Penumpang Kereta Api Cirebon Turun Tiga Kali Lebih Dalam dari Bandung
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat penumpang kereta api di Cirebon mengalami penurunan
(Bisnis.Com) 11/06/26 19:30 247580
Bisnis.com, CIREBON- Mobilitas masyarakat di wilayah timur Jawa Barat menunjukkan perlambatan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada April 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 3 Cirebon tercatat sebanyak 172.260 orang. Angka itu merosot 23,25% dibandingkan April 2025 yang mencapai 224.438 orang.
Dalam setahun, Daop 3 kehilangan sekitar 52 ribu penumpang. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam dibandingkan wilayah operasi kereta api lainnya di Jawa Barat.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh wilayah operasi kereta api di Jawa Barat. Namun, kontraksi di Daop 3 Cirebon tercatat jauh lebih dalam dibandingkan Daop 2 Bandung.
"Jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 3 Cirebon turun 23,25 persen dibandingkan April tahun lalu," kata Margaretha dikutip pada Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Daop 2 Bandung mencatat penurunan tahunan sebesar 8,45%. Dengan demikian, laju penurunan penumpang di Daop 3 hampir tiga kali lebih besar dibandingkan Bandung.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang kereta api di Jawa Barat pada April 2026 mencapai 2,23 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92,29% berasal dari Daop 2 Bandung atau 2,06 juta penumpang.
Adapun Daop 3 Cirebon hanya menyumbang 7,71 persen atau sekitar 172 ribu penumpang. Data tersebut menunjukkan kesenjangan mobilitas yang masih lebar antara kawasan Bandung Raya dan wilayah timur Jawa Barat.
Tidak hanya secara tahunan, penurunan juga terjadi dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Maret 2026, jumlah penumpang Daop 3 Cirebon masih mencapai 215.105 orang. Sebulan kemudian jumlahnya menyusut menjadi 172.260 orang atau turun 19,92%.
Penurunan bulanan di Daop 3 juga lebih dalam dibandingkan Daop 2 Bandung yang turun 12,66 persen pada periode yang sama.
Margaretha mengatakan, turunnya jumlah penumpang dapat mencerminkan berkurangnya intensitas perjalanan masyarakat.
Dampaknya berpotensi dirasakan sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, usaha transportasi lokal, hingga destinasi wisata yang mengandalkan kunjungan dari luar daerah.
Meski demikian, secara kumulatif kinerja Daop 3 Cirebon sepanjang Januari-April 2026 masih mencatat pertumbuhan positif. Jumlah penumpang mencapai 708.820 orang, naik 5,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 669.784 orang.
Namun laju pertumbuhan tersebut masih berada di bawah Daop 2 Bandung yang tumbuh 9,82% pada periode yang sama.