Dari Raden Saleh hingga Riar Rizaldi, Ini 5 Pameran Baru di Museum MACAN
Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) kembali menghadirkan lima pameran seni terbaru bertajuk Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes yang dibuka untuk publik mulai
(Bisnis.Com) 11/06/26 17:58 247473
Bisnis.com, JAKARTA — Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) kembali menghadirkan lima pameran seni terbaru bertajuk Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes yang dibuka untuk publik mulai Juni 2026.
Mulai dari lanskap kolonial, warisan budaya Borneo, hingga nostalgia sinema Indonesia era 1990-an, kelima pameran tersebut menghadirkan beragam perspektif tentang sejarah, teknologi, lingkungan, dan identitas yang membentuk kehidupan manusia saat ini.
Direktur Museum MACAN, Venus Lau, mengatakan musim pameran ini menjadi momentum untuk mengembalikan perhatian pada Asia Tenggara sebagai lanskap yang terus dibentuk oleh budaya, memori, teknologi, dan imajinasi.
“Pameran ini mengajak kita bertanya, di mana posisi kita dalam waktu? Sejarah seperti apa yang membentuk cara kita melihat dunia saat ini dan masa depan seperti apa yang bisa kita bayangkan bersama,” ujarnya dalam pembukaan pameran, Kamis (11/6/2026).
Pameran kolektif Menelan Cakrawala berlangsung hingga 5 September 2026. Sementara itu, Dawn Ng: Atlantis II, Marcos Kueh: Kenyalang Circus, Riar Rizaldi: Period Piece, dan Ruth Marbun: Beradu Padu dapat dikunjungi hingga 4 Oktober 2026.
Berikut lima pameran yang dapat disaksikan pengunjung di Museum MACAN:
1. Menelan Cakrawala
Pameran kelompok ini menelusuri bagaimana lanskap diproduksi melalui berbagai cara pandang, mulai dari era kolonial hingga refleksi kontemporer atas eksploitasi sumber daya alam dan krisis ekologi. Karya-karya yang ditampilkan berasal dari berbagai generasi seniman, dari Raden Saleh hingga I Nyoman Masriadi.
Melalui lukisan, arsip, dan berbagai medium lainnya, pameran ini menunjukkan bahwa lanskap tidak pernah netral. Cara manusia melihat alam selalu berkaitan dengan kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan perubahan sosial yang berlangsung pada masanya.
2. Dawn Ng — Atlantis II
Seniman asal Singapura, Dawn Ng, menghadirkan rangkaian karya berbasis es yang mengeksplorasi gagasan tentang waktu dan kefanaan. Medium es dipilih sebagai refleksi atas kondisi tropis sekaligus simbol perubahan yang terus berlangsung.
Karya-karya tersebut merekam proses mencair, berubah, dan menghilang. Melalui proses itu, Dawn mengajak pengunjung merenungkan hubungan antara keberadaan, kehilangan, dan jejak yang ditinggalkan oleh waktu.
3. Marcos Kueh — Kenyalang Circus
Dalam pameran ini, Marcos Kueh menampilkan karya-karya tekstil yang terinspirasi dari simbol-simbol sakral masyarakat Borneo. Motif tradisional tersebut diolah kembali menggunakan teknik produksi industri dan bahasa visual kontemporer.
Melalui pendekatan itu, Marcos menyoroti bagaimana warisan budaya dapat berubah ketika memasuki arus ekonomi global. Pameran ini juga mempertanyakan batas antara pelestarian budaya dan komodifikasi identitas lokal.
4. Riar Rizaldi — Period Piece
Riar Rizaldi menghadirkan karya film dan instalasi yang berangkat dari persinggungan antara teknologi, sejarah kolonial, dan industri ekstraktif. Pameran ini menelusuri bagaimana perkembangan teknologi kerap menyimpan sejarah-sejarah yang terlupakan.
Salah satu daya tariknya adalah rekonstruksi pengalaman sinema era 1990-an yang membangkitkan memori kolektif tentang ruang menonton. Melalui karya ini, Riar mengajak pengunjung melihat kembali hubungan antara teknologi, budaya, dan ingatan.
5. Ruth Marbun — Beradu Padu
Mengisi Ruang Seni Anak Museum MACAN, Ruth Marbun atau Utay menghadirkan instalasi interaktif yang mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan berbagai material. Pengunjung diajak mengeksplorasi bentuk, tekstur, dan kemungkinan baru melalui pengalaman bermain.
Karya ini juga menjadi respons terhadap derasnya arus informasi yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang partisipatif, Beradu Padu mendorong anak-anak untuk belajar, berimajinasi, dan berkolaborasi.
[caption: Pengunjung memotret seri karya Kenyalang Circus dari seniman Marcos Kueh dalam pameran bertajuk Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes di Museum MACAN/Bisnis/Prasetyo Agung Ginanjar]
#museum-macan #museum-macan-2026 #where-are-we-in-time #pameran-museum-macan #menelan-cakrawala #dawn-ng-atlantis-ii #marcos-kueh-kenyalang-circus #riar-rizaldi-period-piece #ruth-marbun-beradu-padu #s