CORE: Investasi Jepang penting dukung perkembangan infrastruktur

CORE: Investasi Jepang penting dukung perkembangan infrastruktur

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi Jepang penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur ...

(Antara) 10/06/26 12:43 245878

Investasi itu dalam kondisi seperti sekarang menjadi semakin esensial, makin penting, karena banyak negara membutuhkan, termasuk pemerintah kota untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan daya saing

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi Jepang penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur di tengah kebutuhan peningkatan daya saing dan keterbatasan fiskal pemerintah.

Faisal mengatakan investasi menjadi semakin esensial karena banyak pemerintah daerah membutuhkan dukungan pembiayaan untuk memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan produktivitas ekonomi perkotaan.

“Investasi itu dalam kondisi seperti sekarang menjadi semakin esensial, makin penting, karena banyak negara membutuhkan, termasuk pemerintah kota untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan daya saing,” kata Faisal kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Jepang masih memandang Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang prospektif dibanding sejumlah negara pesaing di kawasan.

Penilaian tersebut, lanjut Faisal, tetap muncul meski Indonesia masih menghadapi tantangan investasi terkait perizinan, prosedur, kebijakan dan ketenagakerjaan.

“Jepang itu sebetulnya di antara sekian banyak investor, negara asal investor yang masih melihat Indonesia itu sangat prospektif,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir tengah menjajaki peluang investasi Jepang pada enam proyek strategis DKI Jakarta, yakni perluasan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, pembangunan Mass Integrated Transportation Hub Jakarta (MITJ) dan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.

Selain itu, terdapat penjajakan proyek tanggul pelindung pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), penguatan sistem polder pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.

Penjajakan tersebut merupakan tindak lanjut lawatan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke Tokyo pada April 2026 dan pertemuannya dengan Gubernur Metropolitan Tokyo Yuriko Koike.

Kerja sama Jakarta-Tokyo telah berlangsung sejak 1989 melalui skema sister-province dan diperkuat keberadaan lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di sekitar 1.500 perusahaan di Jakarta.

Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah terlibat dalam investasi MRT fase 1 dan pembangunan pompa Waduk Pluit Timur.

Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan partisipasi investor Jepang untuk membantu penyelesaian pembangunan tanggul laut NCICD yang masih tersisa sekitar 16,7 kilometer.

Sementara itu, kapasitas infrastruktur pompa Waduk Pluit disebut baru terbangun sekitar 17 persen dari total kebutuhan pengendalian tata air Jakarta dan diharapkan dapat ditingkatkan melalui investasi lanjutan.

Faisal menilai investasi Jepang pada proyek infrastruktur DKI Jakarta perlu terus dijaga dan ditingkatkan, terutama pada proyek yang memiliki permintaan tinggi dan layak secara komersial.

Menurut dia, proyek seperti MRT maupun infrastruktur pengairan masih menarik bagi investor karena memiliki potensi pengembalian yang baik dalam jangka panjang.

“Investasi Jepang baik itu MRT maupun juga penanganan infrastruktur pengairan, ini tentu saja sesuatu yang perlu harus dijaga bahkan juga ditingkatkan antara pemerintah dengan Jepang,” tutur dia.

Faisal mengatakan investasi infrastruktur tidak hanya penting untuk pembangunan saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Investasi infrastruktur dinilai dapat menciptakan multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi, peningkatan produktivitas ekonomi perkotaan, hingga menarik investasi lanjutan.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur yang lebih baik dapat meningkatkan daya saing sehingga memperbesar peluang masuknya investasi baru di berbagai sektor ekonomi.

“Infrastruktur itu sebetulnya membutuhkan banyak tenaga buruh di sektor konstruksi maupun industri juga begitu, dan kalau infrastrukturnya membaik, daya saing kota bakal makin meningkat termasuk untuk mengait lebih banyak lagi investasi ke depan,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai kerja sama investasi dengan Jepang perlu diarahkan untuk memperkuat transfer teknologi agar kapasitas teknis pelaku domestik semakin meningkat.

Dengan transfer teknologi tersebut, ia menilai kapasitas teknis pelaku domestik dalam pengerjaan proyek infrastruktur dapat meningkat sehingga ketergantungan terhadap teknologi luar negeri dapat dikurangi secara bertahap.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#core #ekonom #investasi-jepang-ri #infrastruktur #infrastruktur-dki-jakarta

https://www.antaranews.com/berita/5601968/core-investasi-jepang-penting-dukung-perkembangan-infrastruktur