Hitachi Rail dan Sumitomo Garap Sistem Gerbang Tiket MRT Bundaran HI-Kota

Hitachi Rail dan Sumitomo Garap Sistem Gerbang Tiket MRT Bundaran HI-Kota

MRT Jakarta menunjuk Hitachi Rail Hong Kong dan Sumitomo untuk mengerjakan sistem tiket otomatis fase 2A MRT Bundaran HI–Kota senilai Rp341,5 miliar.

(Bisnis.Com) 10/06/26 06:52 245461

Bisnis.com, JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi meneken kerja sama dengan Hitachi Rail Hong Kong Limited dan Sumitomo Corporation dalam pengerjaan CP207 fase 2A lintas Utara–Selatan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyampaikan bahwa CP207 merupakan sistem pengumpulan tarif otomatis (automatic fare collection/AFC) yang terintegrasi pada gerbang tiket MRT.

“Sistem pengumpulan tarif otomatis ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan operasional fase 2A lin utara selatan dan upaya mempercepat integrasi layanan transportasi masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (9/6/2026).

CP207 merupakan bagian dari paket kontrak kerja pembangunan fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta. Paket ini meliputi perancangan, pabrikasi, pengiriman, dan pemasangan sistem pengumpulan tarif otomatis pada proyek fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta.

Nilai kontrak pada paket pekerjaan ini sebesar Rp341,5 miliar. CP207 akan mendukung operasional MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota.

Hingga 25 Mei 2026, perkembangan pembangunan fase 2A lin utara selatan telah mencapai 60,80 persen dari target 59,70%.

Secara perinci, pengerjaan CP201 Thamrin–Monas telah mencapai 92,99% atau hampir rampung. Sementara unutk CP202 Harmoni–Sawah Besar–Mangga Besar telah menvapai 65,61%.

Kemudian untuk proyek CP203 Glodok–Kota, pengerjaannya telah mencapai 85,04%. Pada CP205 (Railway Systems and Trackwork) dan CP206 (Rolling Stock), pengerjaannya masing-masing telah mencapai 47,80% dan 0,28%.

Fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD) yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, tetapijuga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional segmen 1 fase 2A lin utara selatan Bundaran HI–Monas pada 2027 dan segmen 2 hingga Kota pada 2029 mendatang.

Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat yang terbagi menjadi fase 2A dan 2B.

Fase 2 ini melanjutkan koridor utara–selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019 dengan rute dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI. Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara–selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit.

Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

#mrt-jakarta #mrt-fase-2a #hitachi-rail #sumitomo-corporation #cp207 #automatic-fare-collection #afc-mrt #mrt-bundaran-hi-kota #proyek-mrt-jakarta #tiket-elektronik-mrt #pembangunan-mrt #transportasi-p

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260610/98/1979778/hitachi-rail-dan-sumitomo-garap-sistem-gerbang-tiket-mrt-bundaran-hi-kota