Perusahaan China Chint Group Bidik Proyek EBT RI, Siap Investasi US$7 Miliar
Perusahaan China Chint Group membidik proyek EBT di Indonesia dan menyiapkan investasi jangka panjang hingga US$7 miliar dalam 10 tahun ke depan.
(Bisnis.Com) 09/06/26 18:14 245137
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan manufaktur asal China, Chint Group, menyatakan bakal berinvestasi jangka panjang di Indonesia pada sektor energi baru terbarukan alias EBT (renewable energy) dengan nilai hingga setara US$7 miliar.
Hal ini disampaikan oleh CEO Chint Solar, Lu Chuan yang mewakili Pemilik Grup Chint, Nan Cunhui, saat bertemu dengan Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Bidang Industri dan Ekonomi Lingkungan, Michael Goutama, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran perwakilan Kemenkeu dan grup Chint untuk membahas soal potensi investasi khususnya bidang EBT di Indonesia. Michael mengatakan Chint merupakan perusahaan manufaktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya terbesar.
"Kami mendapatkan kehormatan, beliau ke sini untuk menjajaki kerja sama dengan Kementerian Desa dalam membangun Desa Mandiri atau Desa Industri, dan juga sedang menjajaki investasi untuk energi baru terbarukan," jelasnya kepada wartawan pada pertemuan tersebut di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Michael kemudian menjelaskan bahwa perusahaan ini sudah berdiskusi dengan pemerintah selama dua tahun terkait dengan rencana investasi. Namun, pertemuan ini baru pertama kali digelar dengan kehadiran Nan Cunhui langsung selaku pemilik grup konglomerasi itu.
Rencananya, kunjungan ini hanya akan satu hari. Kemudian, malam ini grup Chint dijadwalkan menandatangani perjanjian untuk langsung melaksanakan investasi di Indonesia.
"Timnya sudah dibawa ke sini, sembilan orang dibawa untuk langsung membawa action plan-nya. Jadi bukan MoU saja," tuturnya.
Adapun pada pertemuan tersebut, Michael turut memaparkan berbagai kebijakan pemerintah termasuk kondisi fiskal terkini. Otoritas fiskal juga terbuka untuk menawarkan insentif fiskal guna meningkatkan daya saing investasi.
"Pasti, kalau dari rezim peraturan hari ini, kami sudah punya tax holiday dan suatu list yang begitu kondusif untuk investor. Saya rasa itu cukup memadai dan itu keputusan tax holiday di Kemenkeu juga," paparnya.
INVESTASI EBT JANGKA PANJANG
Lu Chuan, CEO Chint Solar, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki rantau pasok dari hulu ke hilir untuk proyek energi terbarukan. Dia menilai Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi untuk mendorong transisi ke EBT.
Grup konglomerasi manufaktur ini pun sudah memiliki kantor cabang di Indonesia dan berpartisipasi di sejumlah proyek pembangkit listrik. Kini, perusahaan itu menargetkan lebih banyak proyek EBT di Indonesia.
Setidaknya ada dua proyek yang ingin direalisasikan secara simultan. Pertama, pembangunan independent power producer (IPP) atau pembangkit listrik energi terbarukan dari tenaga surya dengan nilai investasi besar. Kemudian, energi listrik yang diproduksi bisa diekspor ke pasar Singapura melalui kabel bawah laut (subsea cable).
Kedua, industrialisasi desa agar masyarakat setempat bisa ikut mengoperasikan pembangkit tersebut. Lu menyebut pihaknya akan membuat model atau proyek percontohan PLTS desa sebagaimana yang dilakukan di China. Perusahaan tersebut mengatakan sudah berpengalaman memasok 2 juta rumah di China dengan energi dari panel surya.
Lu memastikan bahwa target investasi dari pihaknya bukanlah jangka pendek. Akan tetapi, pihaknya menargetkan investasi jangka panjang 5 hingga 10 tahun ke depan.
"Dalam jangka panjang, kami dapat merencanakan selama 10 tahun, dengan investasi sekitar US$6 miliar hingga US$7 miliar untuk semua proyek ini. Kami yakin bahwa teknologi dan pengalaman kami di bidang energi terbarukan dapat sesuai dengan pedoman kebijakan di sini, dan juga mendukung transisi energi terbarukan Indonesia," paparnya.
Berdasarkan tahapannya, Lu menyebut berencana untuk segera memulai kedua proyek tersebut. Targetnya, perusahaan sudah menyiapkan studi kelayakan sekaligus proposal teknis hingga pembiayaan pada semester II/2026.
Pihaknya juga ingin memastikan bahwa industrialisasi desa ini dibarengi dengan transfer teknologi maupun pengetahuan ke masyarakat setempat. Secara paralel, Chint Solar menargetkan untuk membangun pabrik modul di suatu desa dan ke depan semakin diperbanyak lokasinya.
"Kami harus mendirikan pabrik di sini secara bersamaan, sehingga pasokan dapat juga diurus dari lokal. Itu juga merupakan solusi bagi desa-desa setempat untuk mendapatkan cara yang berkelanjutan untuk tumbuh bersama dengan solusi pasokan energi kami," tutur Lu.
#ebt #china #investasi #investasi-china #energi-terbarukan #plts #chint-group #kemenkeu