Wisata Cirebon Kehabisan Magnet, Turis Luar Daerah Kian Langka
Jumlah wisatawan ke Cirebon turun 10,62% pada April 2026 dibanding Maret, dan 20,59% dibanding April 2025, menunjukkan penurunan daya tarik wisata.
(Bisnis.Com) 05/06/26 15:27 241175
Bisnis.com, CIREBON - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada April 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian kumulatif kunjungan wisatawan sepanjang empat bulan pertama tahun ini.
Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, mengatakan jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Kota Cirebon pada April 2026 tercatat sebanyak 236,43 ribu perjalanan. Angka tersebut turun 10,62% dibandingkan Maret 2026 yang mencapai sekitar 264,53 ribu perjalanan.
Selain itu, jika dibandingkan dengan April 2025, jumlah perjalanan wisatawan ke Kota Cirebon juga mengalami kontraksi cukup dalam. Pada April tahun lalu, jumlah perjalanan wisnus tercatat 297,74 ribu perjalanan atau lebih tinggi dibandingkan capaian April tahun ini.
“Berdasarkan hasil pemantauan BPS, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kota Cirebon pada April 2026 tercatat 236,43 ribu perjalanan. Angka ini turun 10,62% dibandingkan Maret 2026 dan turun 20,59% dibandingkan April 2025,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Penurunan pada April turut memengaruhi capaian kumulatif perjalanan wisatawan sepanjang Januari hingga April 2026. BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus ke Kota Cirebon selama empat bulan pertama tahun ini mencapai 970,76 ribu perjalanan.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 988,21 ribu perjalanan. Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 1,76% secara tahunan.
Menurut Samiran, data tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan wisata ke Kota Cirebon pada awal 2026 belum mampu melampaui capaian yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.
Meski penurunannya relatif tipis secara kumulatif, perkembangan ini menjadi indikator penting bagi sektor ekonomi yang berkaitan langsung dengan aktivitas wisata, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga perdagangan.
“Secara kumulatif Januari-April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kota Cirebon mencapai 970,76 ribu perjalanan. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode Januari-April 2025 yang tercatat 988,21 ribu perjalanan,” ujar Samiran.
Berdasarkan asal perjalanan pada April 2026, wisatawan yang datang ke Kota Cirebon masih didominasi oleh masyarakat dari Kabupaten Cirebon. Kelompok ini menyumbang 51,63% dari total perjalanan wisatawan nusantara yang tercatat selama bulan tersebut.
Sementara itu, wisatawan yang berasal dari berbagai provinsi di luar Jawa Barat berkontribusi sebesar 17,13%. Adapun wisatawan dari Kabupaten Kuningan menyumbang 5,93%, Kabupaten Indramayu sebesar 5,77%, dan Kabupaten Majalengka sebesar 3,71%.
Komposisi tersebut menunjukkan pergerakan wisata ke Kota Cirebon masih banyak ditopang oleh perjalanan jarak dekat dari wilayah aglomerasi dan daerah penyangga di sekitarnya.
Keberadaan Kabupaten Cirebon sebagai penyumbang terbesar juga memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Cirebon yang terhubung secara ekonomi dan sosial dengan Kota Cirebon.
BPS juga mencatat pergerakan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Cirebon dalam periode April 2025 hingga April 2026 berlangsung cukup fluktuatif.
Puncak kunjungan terjadi pada April 2025 dengan jumlah 297,74 ribu perjalanan. Sementara itu, titik terendah tercatat pada Februari 2026 yang hanya mencapai 224,01 ribu perjalanan.
Setelah mengalami peningkatan pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan kembali melemah pada April 2026.
#wisata-cirebon #turis-cirebon #wisatawan-nusantara-cirebon #perjalanan-wisata-cirebon #penurunan-wisata-cirebon #kunjungan-wisata-cirebon #statistik-wisata-cirebon #bps-cirebon #ekonomi-wisata-cirebon