IHSG Ambles di Sesi I, Kurs Rupiah Rp 18.040 Picu Kekhawatiran Pasar

IHSG Ambles di Sesi I, Kurs Rupiah Rp 18.040 Picu Kekhawatiran Pasar

IHSG anjlok 3,48% ke 5.734 dipicu rupiah yang tembus Rp18.040 per dolar AS, memicu aksi jual besar-besaran pada saham berkapitalisasi besar dan IDX Basic.

(Kompas.com) 04/06/26 13:35 239862

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (4/6/2026). Indeks ditutup melemah 3,48 persen ke posisi 5.734.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level di atas Rp 18.000 per dollar AS memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.

Pelemahan rupiah menembus ke angka Rp 18.040 membayangi IHSG yang tertekan sebesar 3,48 persen ke level 5.734 pada sesi satu hari ini,” demikian bunyi keterangan Mirae Asset Sekuritas.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi IHSG.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Saham-saham berkapitalisasi besar dan kelompok konglomerasi menjadi sasaran aksi lepas investor.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin pelemahan dengan turun 10,5 persen, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 9,1 persen dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 8 persen.

Di jajaran saham perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,8 persen, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 3,6 persen.

Koreksi pada saham-saham unggulan tersebut semakin membebani laju IHSG sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan juga tecermin pada seluruh indeks sektoral yang bergerak di zona merah.

canva.com ilustrasi IHSG turun, IHSG hari ini.

Sektor bahan baku atau IDX Basic dan sektor properti atau IDX Property menjadi dua sektor dengan pelemahan terdalam, mencerminkan tingginya tekanan jual pada saham-saham siklikal dan berbasis aset.

Tidak hanya pasar domestik, pelemahan juga terjadi di bursa regional Asia.

Mayoritas indeks utama di kawasan bergerak di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global.

“Sejalan dengan pelemahan IHSG, bursa-bursa utama Asia juga turut bergerak di zona merah,” lanjut Mirae Asset Sekuritas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di 5.919,565 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.924,508.

Namun, derasnya aksi jual membuat indeks terperosok hingga menyentuh area terendah intraday di 5.644,234, sebelum memangkas sebagian kerugiannya menjelang penutupan sesi pertama.

Pelemahan terjadi secara luas di pasar saham.

Sebanyak 683 saham berada di zona merah, berbanding hanya 63 saham yang menguat, sementara 62 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 22,85 miliar saham.

Nilai transaksi menembus Rp 12,74 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,38 juta kali transaksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#nilai-tukar-rupiah #pelemahan-rupiah #ihsg-melemah #rupiah-anjlok #pelemahan-nilai-tukar-rupiah #ihsg-anjlok #ihsg-ambles #pasar-saham-domestik #aksi-jual-saham

https://money.kompas.com/read/2026/06/04/133508826/ihsg-ambles-di-sesi-i-kurs-rupiah-rp-18040-picu-kekhawatiran-pasar