Cloudera Yakin Tren Kenaikan Pelanggan di Indonesia Berlanjut Kuartal II/2026

Cloudera Yakin Tren Kenaikan Pelanggan di Indonesia Berlanjut Kuartal II/2026

Cloudera fokus pada adopsi AI di sektor keuangan dan manufaktur Indonesia, menjadikannya pasar kunci di Asia. Pertumbuhan didorong oleh investasi teknologi meski tantangan ekonomi.

(Bisnis.Com) 04/06/26 08:37 239508

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan manajemen data global, Cloudera, membidik akselerasi pertumbuhan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Enterprise di sektor keuangan, pemerintahan, dan manufaktur Indonesia pada tahun ini.

Senior Vice President APAC Cloudera, Remus Lim, menyatakan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan jumlah pelanggan di Indonesia. Kendati situasi perekonomian global dan domestik menghadapi tantangan makro, para pelaku industri tanah air dinilai tetap memprioritaskan investasi pada sektor teknologi krusial untuk jangka panjang.

Perusahaan memperkirakan jumlah pengguna Cloudera pada kuartal II/2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu masih tumbuh. Sayangnya, mereka tidak menyebutkan secara detail pertumbuhan tersebut.

"Meski di tengah kondisi perekonomian seperti saat ini, pelanggan tetap melakukan investasi di teknologi. Satu-satunya tantangan saat ini perihal memori, bukan harga atau ketersediaan," ujar Remus kepada Bisnis di sela-sela acara EVOLVE Forum di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pada tahun ini, tambahnya, perusahaan manajemen data tersebut secara spesifik fokus mengincar pasar keuangan, disusul oleh sektor pemerintahan dan industri manufaktur. Sektor manufaktur dinilai menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi implementasi AI Enterprise guna mendorong efisiensi rantai pasok serta optimalisasi operasional produksi secara digital.

Indonesia sendiri memegang posisi strategis dalam portofolio bisnis Cloudera di tingkat global. Remus mengungkapkan pasar Indonesia merupakan salah satu market terbaik sekaligus jangkar pertumbuhan penting di kawasan Asia Tenggara maupun Asia secara luas. Penguatan pasar ini didukung oleh kinerja finansial global Cloudera yang mencatatkan pendapatan tahunan (Annual Recurring Revenue/ARR) tahun 2025 melampaui US$1 miliar atau setara Rp16,2 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh masifnya adopsi platform data hibrida serta layanan AI oleh korporasi skala besar di 19 negara operasional perusahaan, termasuk pusat regional Asia Pasifik di Singapura, Australia, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Country Manager Indonesia Cloudera, Sherlie Karnidta, menjelaskan implementasi teknologi AI di sektor dengan regulasi ketat seperti perbankan memiliki karakteristik tantangan tersendiri. Keberhasilan ekspansi teknologi canggih ini memerlukan kesiapan infrastruktur yang matang di sisi internal korporasi.

“Di sektor yang sangat diawasi ketat regulasi seperti perbankan, skalabilitas AI yang berhasil tidak hanya bergantung pada penerapan model semata, hal tersebut pada dasarnya membutuhkan fondasi data yang kuat dan tata kelola yang ketat di seluruh infrastruktur hybrid,” kata Sherlie.

Menurut Sherlie, korporasi saat ini dituntut mempercepat inisiatif AI tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap regulasi lokal maupun integritas data pelanggan.

Melalui modernisasi arsitektur data, adopsi analitik real-time dalam lingkungan hybrid multi-cloud menjadi kunci penting dalam memastikan keberlanjutan bisnis sektor keuangan dan manufaktur di tanah air.

#cloudera-indonesia #cloudera-finansial #cloudera-manufaktur #cloudera-ai #kecerdasan-buatan-indonesia #ai-enterprise #pasar-indonesia #sektor-keuangan #sektor-manufaktur #teknologi-cloudera #pertumbuh

https://teknologi.bisnis.com/read/20260604/84/1978321/cloudera-yakin-tren-kenaikan-pelanggan-di-indonesia-berlanjut-kuartal-ii2026