Pemerintah siap bagikan varietas unggul dorong hilirisasi perkebunan
Pemerintah telah menyiapkan benih varietas unggul siap salur untuk komoditas kopi, kakao, kelapa, pala, mente dan lada sebanyak kurang lebih 200 juta batang, ...
(Antara) 02/06/26 11:55 237351
Dalam program hilirisasi pemilik sumber benih telah menyalurkan benih terbaik saat ini
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah telah menyiapkan benih varietas unggul siap salur untuk komoditas kopi, kakao, kelapa, pala, mente dan lada sebanyak kurang lebih 200 juta batang, dan tebu 5,8 miliar mata, guna mendorong hilirisasi perkebunan.
Ketua Himpunan Produsen Benih Perkebunan dan Kehutanan Indonesia, Masrizal Batubara menyatakan penyediaan benih ini bertujuan mendukung pengembangan dan perbaikan perkebunan rakyat seluas 870.000 ha.
"Dalam program hilirisasi pemilik sumber benih telah menyalurkan benih terbaik saat ini," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya sekedar membagikan benih namun juga akan ada pengenalan dan edukasi serta penyebaran benih unggul berkualitas premium yang selama ini sulit diakses masyarakat.
Menurut Mazrial, beberapa varietas yang siap dibagikan untuk kelapa genjah, antara lain kelapa genjah pandan manis, kelapa genjah pandang wangi, kelapa genjah entok, kelapa genjah kopyor, kelapa genjah merah bali dan kelapa kuning bali yang mana kelapa genjah ini sudah bisa panen di umur 2,5 tahun.
Varietas unggul tersebut selama ini sulit diperoleh dan harganya cukup mahal, tambahnya, kelapa genjah pandan wangi, pandan manis dan kopyor harga mencapai Rp20.000 hingga Rp35.000 per butir.
Sementara kelapa genjah entok memiliki ukuran butiran seperti kelapa dalam dan cocok untuk mendukung industri pengolahan, sedangkan kelapa merah dan kuning Bali dikenal sebagai penghasil nira dan minyak mengandung asam laurat tinggi sehingga bisa dijadikan bahan baku VCO.
Sedangkan untuk kakao, tersedia jutaan bibit unggul seperti MCC 01, Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 yang memiliki potensi produksi hingga 2 ton/ha/tahun, tahan penyakit, sedangkan untuk MCC 02 memiliki ukuran bean counting mencapai 60 yang sangat disukai pabrik.
Dia menambahkan untuk kopi tersedia jenis hibero 1, 2 dan 3 dan kopi sintaro yang memiliki potensi produksi 2,8 ton/ha/tahun dengan uji cupping mencapai 85 yang dikategorikan fine robusta.
Sedangkan untuk arabika ada varietas komasti, andungsari yang memiliki potensi produksi di atas 1,5 ton/ha/tahun dan memiliki cita rasa spesial jika diolah dengan baik," jelas Masrizal.
Sementara untuk tebu tersedia varietas panjalu, AAS Agribun, NX 04T varietas baru yang memiliki potensi produksi di atas 1.500 kuintal/ha, dengan rendemen di atas 8 persen serta tahan kekeringan dan luka api.
Agus Nirmala, salah satu pengurus Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, menyebutkan benih tersebut telah tersedia dan mulai disebarkan dari bulan Juni hingga Desember 2026.
"Masyarakat dapat mengakses secara cuma-cuma dengan mengikuti ketentuan yang berlaku," katanya.
Dia menyatakan bibit tersebut disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih di Provinsi untuk menjamin kualitasnya sebelum disalurkan kemudian penyedia akan menyampaikan ke masyarakat sampai ke titik bagi.
Ia berharap dengan adanya program hilirisasi ini bisa mendorong adopsi varietas unggul baru di masyarakat menggantikan jenis lama yang sudah mulai tidak adaptif sehingga akhirnya terjadi peningkatan produksi dan hasil panen perkebunan rakyat untuk mendukung penambahan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan penyediaan benih merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi, kesejahteraan pekebun, serta ketahanan sektor perkebunan nasional.
“Kami ingin memastikan pekebun mendapatkan benih unggul dengan mudah, cepat dan terjangkau," ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, melakukan deregulasi untuk memangkas hambatan, mempercepat layanan dan membuka ruang inovasi.
"Dengan benih berkualitas, produktivitas meningkat, pendapatan pekebun naik, dan perkebunan Indonesia semakin berdaya saing," ujarnya.
Kementan terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong hilirisasi lima komoditas perkebunan prioritas, yakni kelapa, kakao, tebu, kopi, dan mete, ditambah lada serta pala, sebagai bagian dari agenda besar pembangunan nasional 2025–2027.
Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#perkebunan #hilirisasi #hilirisasi-perkebunan #varietas-unggul