Wacana Sekolah Belajar Bahasa Prancis, Komisi X: Perlu Perencaan yang Matang
Presiden Prabowo ingin semua sekolah di Indonesia mengajarkan bahasa Prancis. Komisi X DPR RI menekankan perlunya perencanaan matang dan bertahap.
(Bisnis.Com) 31/05/26 14:23 236149
Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pelajaran bahasa Prancis diterapkan di seluruh sekolah. Menurut Lalu, wacana ini perlu perencanaan yang matang.
Lalu mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait kejelasan rencana tersebut dalam Rapat Kerja (Raker).
Pasalnya, Prabowo sempat lebih dulu mencanangkan seluruh sekolah menerapkan bahasa Portugis namun sampai saat ini belum ada roadmap yang jelas terkait implementasi pembelajaran.
"Soal kejelasan wajib belajar Bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” ujar Lalu Hadrian dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman resmi DPR, dilihat pada Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, penguasaan bahasa asing memang diperlukan untuk menjawab tantangan global. Namun, penyusunan kebijakan pendidikan harus dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan kesiapan sistem pendidikan nasional.
“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Namun kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya memastikan kebijakan tersebut tidak sekadar sebagai kepentingan diplomasi di tingkat global.
“Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” tegasnya
Lalu menegaskan akan meninjau lebih lanjut wacana tersebut dengan mempertimbangkan apabila tidak dapat dilakukan secara menyeluruh, maka penerapan bahasa Prancis diimplementasikan secara bertahap.
“Jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” pungkasnya.
Wacana Mata Pelajaran Bahasa Prancis
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis.
Hal itu diungkapkan Prabowo setelah upacara penyambutan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di Istana Elysee Paris, Republik Prancis pada Kamis (28/5/2026). Prabowo menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dengan Prancis berada di tingkat terbaik selama ini.
Di bidang pertahanan hubungan Indonesia dengan Prancis sangat baik. Begitu juga di bidang science.
"Di bidang pendidikan, kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan dunia ke depan. Dia yakin dengan keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, dan penuh konflik. Sementara itu, menurutnya, baik Indonesia dan Prancis akan bisa memainkan peranan yang positif.
Indonesia dan Prancis juga menurutnya telah menjalankan berbagai kerja sama dengan baik yang mampu meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara.
"Karena itu kami sangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya Comprehensive Strategic Partnership dan kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang, kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan berdampak," katanya.
#berita-sekolah #bahasa-prancis #komisi-x #perencanaan-matang #prabowo-subianto #kementerian-pendidikan #bahasa-portugis #roadmap-pendidikan #kebijakan-pendidikan #tantangan-global #kemampuan-bahasa-as