BI Kaltim Bidik Pertumbuhan 6,3%, Tarif Trump Tak Menyurutkan Langkah

BI Kaltim Bidik Pertumbuhan 6,3%, Tarif Trump Tak Menyurutkan Langkah

Bank Indonesia Kaltim optimis ekonomi tumbuh 5,5%-6,3% pada 2026, didorong hilirisasi industri dan proyek infrastruktur, meski tantangan global tetap ada.

(Bisnis.Com) 31/10/25 19:08 23240

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur memproyeksikan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut akan mencapai kisaran 5,50%—6,30% pada 2026.

Optimisme tersebut disampaikan dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur bertema Menyelaraskan Prospek Ekonomi, Kapasitas Fiskal, dan Rencana Pembangunan Daerah yang digelar di Samarinda, Rabu (29/10/2025), meskipun ketidakpastian ekonomi global masih membayangi akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto menyatakan ditengah pusaran ketidakpastian global, resiliensi ekonomi Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, tetap tumbuh dengan baik.

Dia menegaskan, optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, ekspansi industri hilirisasi baru dan geliat proyek infrastruktur pemerintah serta swasta menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi tahun depan.

"Proyeksi ini juga sejalan dengan target laju pertumbuhan ekonomi kaltim dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah [RKPD] tahun 2026 yang ditetapkan oleh Bappeda sebesar 6,60%—7,20% [YoY]," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).

Secara nasional, ekonomi Indonesia menunjukkan performa menggembirakan pada kuartal II/2025 dengan pertumbuhan 5,17% secara tahunan (year on year/YoY) atau melampaui capaian kuartal sebelumnya.

Pencapaian ini ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi yang mencatatkan kinerja impresif. Dari aspek stabilitas, cadangan devisa negara tercatat mencapai US$148,7 miliar per akhir September 2025.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terkendali pada level Rp16.608 per dolar AS pada 28 Oktober 2025, yang bahkan mengalami penguatan 0,43% dibandingkan periode sebulan sebelumnya.

Beralih ke kondisi regional, stabilitas harga di Kalimantan Timur menunjukkan pencapaian yang patut diacungi jempol.

Inflasi kuartal III/2025 berada pada level 1,77% (YoY), tidak hanya terkendali dalam rentang target nasional, tapi juga tercatat paling rendah dibandingkan inflasi nasional dan provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Lebih lanjut, transformasi sistem pembayaran digital di Kaltim menampilkan momentum positif yang signifikan.

Transaksi nontunai, khususnya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), melesat 144% (YoY). Capaian ini menempatkan Kalimantan Timur sebagai kontributor terdepan transaksi nontunai di Kalimantan dengan pangsa QRIS mencapai 55%.

Di sisi intermediasi perbankan, penyaluran kredit di Kaltim tumbuh positif 2,37% (YoY) pada kuartal III/2025.

Posisi dominan Kaltim terlihat dari penguasaan pangsa kredit tertinggi se-Kalimantan sebesar 36,8% dari total penyaluran kredit regional.

Demikian pula Dana Pihak Ketiga yang mencatatkan pangsa tertinggi mencapai 38,49%. Kendati demikian, perjalanan menuju target pertumbuhan ekonomi 2026 bukan tanpa hambatan.

Ketergantungan terhadap sektor ekstraktif yang masih menjadi tulang punggung perekonomian provinsi menghadapi ujian serius. Permintaan batu bara global diprakirakan merosot sekitar 8% (YoY) pada 2026, dan membawa implikasi langsung terhadap kinerja ekonomi daerah.

"Menanggapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi telah membentuk Forum Koordinasi Transformasi Ekonomi Kaltim yang akan menjadi akselerator dalam memantau visi ekonomi inklusif dan berkesinambungan," terang Budi.

Dia menyebutkan forum tersebut dirancang sebagai akselerator dalam mewujudkan visi ekonomi inklusif dan berkesinambungan.

Selain itu, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota juga telah mengoperasionalkan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah berdasarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 000.4.6/3764/SJ.

Pada saat yang bersamaan, Bank Indonesia terus memainkan peran strategis melalui bauran kebijakan yang bersifat pro-stability dan pro-growth.

Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga acuan BI-Rate yang telah turun 150 basis poin sejak September 2024 menjadi 4,75%.

Dari dimensi makroprudensial, otoritas moneter memperkuat Insentif Likuiditas Makroprudensial sejak 1 April 2025 untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. Budi mengungkapkan total insentif yang disalurkan hingga Oktober 2025 mencapai Rp393 triliun.

Adapun, dia menuturkan sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah Kaltim juga terus diintensifkan melalui strategi 4K, yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan instansi terkait dalam memberikan sumbangsih untuk mendorong perekonomian Kaltim semakin solid, resilient dan sustainable," pungkasnya.

#pertumbuhan-ekonomi-kaltim #bank-indonesia-kaltim #ekonomi-kalimantan-timur #proyeksi-ekonomi-kaltim #infrastruktur-kaltim #hilirisasi-industri-kaltim #investasi-kaltim #konsumsi-rumah-tangga-kaltim #n-a

https://kalimantan.bisnis.com/read/20251031/408/1924917/bi-kaltim-bidik-pertumbuhan-63-tarif-trump-tak-menyurutkan-langkah