Pedagang Pasar Tradisional Makassar Andalkan QRIS untuk Perluas Jangkauan Konsumen
Pedagang pasar tradisional di Makassar menggunakan QRIS untuk memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan omzet. QRIS memudahkan transaksi digital, menarik minat generasi muda, dan meningkatkan efi
(Bisnis.Com) 26/05/26 08:09 232112
Bisnis.com, MAKASSAR - Para pedagang pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini mulai mengandalkan metode pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna memperluas jangkauan konsumen dan mengerek omzet penjualan.
Intar, salah satu pedagang di Pasar Pa’Baeng-Baeng Makassar, mengaku adopsi QRIS tidak hanya mengubah cara bertransaksi, tetapi juga mengubah model bisnisnya. Saat ini, basis konsumennya meluas hingga ke pelanggan yang tidak datang langsung ke pasar.
Guna menyiasati konsumen yang enggan ke pasar untuk membeli komoditas dalam jumlah sedikit, Intar menyediakan jasa pesan antar melalui aplikasi WhatsApp dengan syarat pembayaran wajib menggunakan QRIS.
Untuk memikat pelanggan, dia mematok biaya antar gratis untuk jarak dekat di sekitar Pasar Pa\'Baeng-Baeng dengan minimal pembelanjaan Rp100.000. Sementara itu, untuk pengantaran jarak jauh, biaya tambahan akan disesuaikan dengan jarak tempuh.
"Palingan hanya sekitar 2-3 orang saja per hari yang memanfaatkan fasilitas pengantaran ini. Namun, dengan penerapan itu, omzet bisa sedikit bertambah sekitar 10% hingga 20% dibandingkan sebelum menerapkan pembayaran QRIS," ujar Intar kepada Bisnis, Senin (25/5/2026).
Langkah adaptasi serupa juga dilakukan oleh Iwan Nasrun, pedagang di Pasar Parangtambung Makassar. Menurutnya, penggunaan QRIS menjadi instrumen penting untuk menarik minat pembeli dari kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.
Lokasi Pasar Parangtambung yang berdekatan dengan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat wilayah sekitarnya padat oleh hunian kos mahasiswa.
"Para mahasiswa ini terkadang lebih senang menggunakan pembayaran digital, jadi kami harus menyesuaikan menggunakan QRIS agar mereka bisa membeli barang dagangan," kata Iwan.
Salah satu pelanggan, Nurul Khatimah yang tinggal di Jalan Andi Tonro Makassar, sekitar 500 meter dari Pasar Pa\'Baeng-Baeng, mengatakan dirinya kerap berbelanja di kios milik Intar menggunakan jasa pengantaran.
Sejak menggunakan QRIS, dia biasanya hanya menghubungi Intar via WhatsApp dengan melakukan pembayaran secara digital dari barcode yang dikirimkannya. Cara tersebut dianggap lebih efisien, tidak perlu mengeluarkan energi lebih dengan berjalan kaki ke pasar.
"Kalau hanya beli beras atau gula, tepung, tidak perlu saya ke pasar. Tinggal hubungi Bu Intar saja. Dia antar gratis dan bayarnya juga gampang karena pakai barcode QRIS," ujar Nurul.
Penetrasi QRIS di pasar tradisional Makassar ini tidak lepas dari kolaborasi antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang diinisiasi sejak 2022.
Langkah tersebut bertujuan mempermudah transaksi, mengeliminasi repotnya uang kembalian, sekaligus memperluas pasar pelaku usaha.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa penerapan QRIS merupakan langkah pihaknya untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas transaksi di sektor publik. Selain itu, digitalisasi ini dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan pendapatan daerah.
Bagi pelaku UMKM, QRIS menawarkan keunggulan pencatatan otomatis sehingga laporan keuangan menjadi lebih rapi dan akuntabel. Kemudian di sisi konsumen, harga transaksi menjadi lebih tepat tanpa perlu pembulatan atau kembalian berupa permen.
"Target kami adalah membuat masyarakat Makassar melek digital. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika kita memanfaatkan teknologi, terutama dalam metode pembayaran. Digitalisasi akan menghilangkan celah permainan angka. Semua transaksi tercatat, bisa ditelusuri, dan diawasi oleh regulator," tegas Munafri.
Sementara itu RCEO BRI Regional 15 Makassar Argo Prabowo mengungkapkan bahwa pada awal penetrasi di tahun 2022, BRI bersama otoritas pasar telah menyebar sebanyak 350 merchant QRIS di Pasar Pa\'Baeng-Baeng. Hingga saat ini, jumlah tersebut terus diperbanyak bahkan ke beberapa pasar tradisional lainnya.
BRI bahkan mengintegrasikan perluasan QRIS melalui instruksi ke para tenaga pemasarannya di lapangan, khususnya mantri.
"Seluruh tenaga kerja kami itu punya KPI (Key Performance Index), di mana 10% di sana diwajibkan untuk meningkatkan QRIS pada setiap nasabah kelolaannya," ungkap Argo.
Pihaknya juga menginstruksikan seluruh tenaga marketing untuk memasang QRIS bagi nasabah yang memiliki perputaran transaksi harian atau maksimal mingguan, yang dibarengi dengan upaya edukasi berkelanjutan.
Argo mengklaim tren pertumbuhan alat akseptasi digital dan volume transaksi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
#pedagang-pasar #pasar-tradisional #makassar-qris #pembayaran-qris #konsumen-makassar #jasa-pesan-antar #pembayaran-digital #mahasiswa-makassar #pengantaran-gratis #transaksi-digital #umkm-makassar #di