Bos Medco Nilai Produksi Minyak 1 Juta Barel Sulit Dicapai pada 2029

Bos Medco Nilai Produksi Minyak 1 Juta Barel Sulit Dicapai pada 2029

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. Medco Hilmi Panigoro menyebut, target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2029 terlalu agresif.

(Bisnis.Com) 21/05/26 14:32 227664

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Hilmi Panigoro angkat bicara terkait target pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari pada 2029 mendatang.

Hilmi mengatakan, target produksi 1 juta barel per hari sejatinya masih mungkin dicapai dalam jangka panjang. Namun, tenggat waktu pada 2029 dinilai terlalu agresif mengingat proyek hulu migas memiliki siklus investasi dan pengembangan yang panjang.

“Saya pikir dia harus tahu bahwa hal itu mustahil, tenggatnya terlalu cepat kalau 2029. Namun, itu bukan berarti bahwa kami tidak berusaha sebaik mungkin," jelas Hilmi dalam sebuah sesi diskusi pada acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition atau IPA Convex 2026 di ICE BSD City, Kamis (21/5/2026).

Di sisi lain, Hilmi menilai langkah pemerintah yang agresif membuka blok-blok migas baru sudah berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan produksi nasional dalam jangka panjang.

“Saya kira itu langkah ke arah yang tepat. Untuk bisa mencapai target, ujiannya eksplorasi,” katanya.

Dia juga menilai kondisi pasar migas global masih cukup mendukung untuk menarik investasi baru ke Indonesia. Harga minyak yang relatif tinggi dan permintaan energi yang tetap kuat dinilai masih menjadi daya tarik bagi investor migas.

Hilmi menekankan pemerintah tetap perlu memperkuat daya saing investasi migas nasional melalui penawaran blok eksplorasi yang lebih kompetitif dibanding negara-negara tetangga.

Selain itu, pemerintah juga harus memiliki skema fiskal yang unggul dibandingkan dengan negara-negara tetangga lain sehingga investasi eksplorasi akan mengalir ke Indonesia.

“Yang penting sekarang bagaimana kita menarik investor supaya datang ke sini. Jadi kuncinya kita tawarkan sebanyak mungkin blok eksplorasi, dengan terms and condition yang kompetitif,” ujarnya.

Dia memaparkan, saat ini, produksi minyak nasional berada di kisaran 600.000 barel per hari. Artinya, Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 400.000 barel per hari untuk mencapai target tersebut.

“Kalau 400.000 barel itu mungkin perlu beberapa lapangan [minyak]. Itu juga tidak akan ketemu sekaligus,” ujarnya.

Dia menuturkan, satu lapangan migas membutuhkan waktu paling cepat sekitar 5 hingga 7 tahun sejak tahap eksplorasi hingga mulai berproduksi. Bahkan, tahap eksplorasi saja dapat memakan waktu 3 hingga 4 tahun sebelum dilanjutkan appraisal dan pengembangan lapangan.

#produksi-minyak #target-produksi-minyak #medco #medco-energi #medc #lifting-minyak

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260521/44/1975460/bos-medco-nilai-produksi-minyak-1-juta-barel-sulit-dicapai-pada-2029