Meta Paksa 7.000 Karyawan Pindah ke Divisi AI, Manajer Mulai Tergeser
Meta memindahkan 7.000 karyawan ke divisi AI, menggeser manajer, dan memangkas 10% tenaga kerja untuk fokus pada pengembangan teknologi AI.
(Bisnis.Com) 21/05/26 14:19 227625
Bisnis.com, JAKARTA — Meta melakukan perubahan besar dalam struktur perusahaan dengan memindahkan ribuan karyawan ke divisi kecerdasan buatan (AI). Karyawan yang sebelumnya selamat dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kini justru diwajibkan bekerja di proyek-proyek AI tanpa bisa memilih sendiri posisi mereka.
Dikutip dari The Register, Kamis (21/5/2026), sekitar 7.000 pegawai dipindahkan ke berbagai proyek AI. Di saat yang sama, Meta juga memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya dan menutup 6.000 lowongan pekerjaan yang sebelumnya tersedia.
Secara keseluruhan, perubahan ini berdampak pada hampir 20% dari total sekitar 78.000 karyawan perusahaan.
Chief People Officer Meta, Janelle Gale, menjelaskan lewat memo internal bahwa sebagian pegawai sudah mulai menjalani tugas baru mereka di bidang AI, sementara sisanya akan menerima pemberitahuan resmi mengenai posisi mereka dalam waktu dekat.
“Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar dengan tim pod atau kohort yang lebih kecil yang dapat bergerak lebih cepat dengan lebih banyak kepemilikan,” tulisnya.
Perubahan tersebut membuat sejumlah manajer kehilangan jabatan mereka atau dipindahkan ke posisi teknis yang mengharuskan mereka ikut menghasilkan pekerjaan secara langsung.
Sebelumnya, Meta dikenal sebagai perusahaan yang memberi kebebasan bagi pegawainya untuk memilih proyek yang ingin mereka kerjakan. Namun kini situasinya berubah. Dalam memo internal, VP AAI Engineering Maher Saba mengatakan pemindahan ke divisi AI bersifat wajib.
“Oleh karena itu, transfer tidak opsional,” kata Maher.
Dia menyebut AI sebagai prioritas utama perusahaan sehingga Meta memilih memindahkan para insinyur terbaiknya untuk fokus mengembangkan teknologi tersebut.
Dua divisi baru yang menjadi fokus utama adalah Applied AI Engineering dan Agent Transformation Accelerator. Tim ini bertugas mengembangkan agen AI yang nantinya dapat mengotomatiskan berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.
Sementara itu, pegawai yang dipindahkan ke unit Central Analytics akan bertugas mengembangkan sistem analisis produktivitas dan pengukuran performa agen AI.
Meta juga dikabarkan sedang menyiapkan unit baru bernama Enterprise Solutions, meski hingga kini perusahaan belum memberikan penjelasan detail mengenai fungsi divisi tersebut.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang sebelumnya mengatakan perusahaan ingin meratakan struktur organisasi. Menurutnya, proyek besar yang dulu membutuhkan banyak orang kini bisa diselesaikan oleh satu orang dengan kemampuan tinggi berkat bantuan AI.
Meta sendiri terus meningkatkan investasi di bidang AI. Tahun ini, perusahaan diperkirakan menghabiskan dana antara US$162 miliar hingga US$167 miliar untuk pengembangan teknologi tersebut, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Selain mengembangkan teknologi internal, Meta juga disebut menawarkan paket gaji fantastis kepada talenta AI terbaik, termasuk bonus masuk bernilai hingga ratusan juta dolar AS untuk mantan peneliti OpenAI.
Namun, perubahan besar ini memicu protes dari sebagian pegawai. Banyak karyawan menilai kebijakan perusahaan semakin mengabaikan privasi dan kenyamanan pekerja. (Nur Amalina)
#meta-karyawan #meta-divisi-ai #meta-pindah-karyawan #meta-phk #meta-proyek-ai #meta-perubahan-struktur #meta-tenaga-kerja #meta-janelle-gale #meta-maher-saba #meta-applied-ai #meta-agent-transformatio