Aduan Scam di Sulsel Capai Ribuan, BRI Bakal Masif Edukasi

Aduan Scam di Sulsel Capai Ribuan, BRI Bakal Masif Edukasi

Sepanjang 2025, Sulsel mencatat 7.530 laporan scam dengan kerugian Rp106 miliar. BRI akan masif edukasi nasabah untuk cegah penipuan digital.

(Bisnis.Com) 18/05/26 11:15 223453

Bisnis.com, MAKASSAR - Praktik penipuan sektor keuangan atau scam masih menjadi ancaman serius di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sepanjang 2025, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat ada 7.530 laporan penipuan digital di wilayah ini, dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp106 miliar.

Angka tersebut menempatkan Sulsel di urutan ke-10 provinsi dengan jumlah pengaduan scam terbanyak di Indonesia.

Merespons maraknya kasus tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berencana memperkuat edukasi kepada nasabahnya guna memutus rantai korban kejahatan digital.

RCEO BRI Regional 15 Makassar Argo Prabowo menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen memanfaatkan seluruh lini komunikasi untuk memberikan pemahaman preventif kepada masyarakat.

Secara internal, BRI menginstruksikan seluruh tenaga pemasar dan garda depan, mulai dari customer service (CS), teller, hingga mantri yang turun ke lapangan, untuk aktif mengedukasi nasabah yang datang.

"Intinya BRI melakukan semua upaya untuk mengedukasi masyarakat ketika bertemu dengan bagian dari kami, baik secara offline maupun online," ujar Argo kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).

Dari sisi digital, BRI memaksimalkan aplikasi mobile banking BRImo, situs resmi, hingga layar ATM untuk menampilkan pesan edukasi harian, seperti peringatan agar tidak membuka pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.

Meskipun tidak memegang data penurunan kasus secara spesifik, Argo optimistis penetrasi edukasi dalam 2-3 tahun terakhir telah meningkatkan kewaspadaan masyarakat dibandingkan saat maraknya kasus skimming di masa lalu.

Selain langkah preventif, BRI juga menyediakan hotline resmi di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Saluran ini berfungsi ganda, baik sebagai media edukasi maupun saluran pengaduan jika nasabah menemui indikasi kejahatan digital.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin merinci, berdasarkan data IASC, bahwa penipuan transaksi belanja atau jual-beli online menjadi jenis yang paling marak di Sulsel dengan 1.810 laporan.

Modus lainnya meliputi fake call atau mengaku sebagai pihak lain (649 laporan), penawaran kerja (624 laporan), penipuan media sosial (552 laporan), hingga penipuan berkedok hadiah (391 laporan).

Selain itu, tercatat pula penipuan investasi (384 laporan), phishing (236 laporan), social engineering (152 laporan), penyebaran file APK via WhatsApp (132 laporan), dan pinjaman online fiktif (94 laporan).

"Daerah dengan nilai kerugian tertinggi berdasarkan laporan tersebut, terkonsentrasi di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Luwu Timur," ungkap Muchlasin.

Kian mutakhirnya modus penipuan juga dibuktikan lewat aksi kriminal siber yang belum lama ini mencatut nama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.

Pelaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berupa rekayasa suara (voice note cloning) yang sangat mirip dengan suara asli Wagub untuk menjerat korban dengan iming-iming dana bantuan Rp50 juta.

"Pelaku menggunakan foto profil Wagub di WhatsApp dan meminta korban menyerahkan data sensitif seperti nama lengkap, alamat, nomor rekening, hingga detail institusi perbankan sebelum dana fiktif tersebut dicairkan," papar Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulsel Muhammad Salim Basmin.

#scam-sulsel #penipuan-digital #bri-edukasi #laporan-penipuan #kerugian-masyarakat #edukasi-nasabah #kejahatan-digital #aplikasi-brimo #pesan-edukasi #hotline-bri #penipuan-online #fake-call #penipuan

https://sulawesi.bisnis.com/read/20260518/539/1974398/aduan-scam-di-sulsel-capai-ribuan-bri-bakal-masif-edukasi