Surplus! Kalsel Siapkan 23.000 Ekor Hewan Kurban

Surplus! Kalsel Siapkan 23.000 Ekor Hewan Kurban

Kalsel surplus 23.000 hewan kurban untuk Iduladha 2026, melebihi kebutuhan 16.000 ekor. Pengawasan ketat dilakukan untuk kualitas dan keamanan pangan.

(Bisnis.Com) 17/05/26 13:50 222883

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pasokan hewan kurban dalam kondisi surplus signifikan dengan stok mencapai lebih dari 23.000 ekor menjelang Iduladha 2026.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi menyatakan angka ini jauh melampaui proyeksi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan hampir 16.000 ekor.

Kelebihan pasokan sekitar 7.000 ekor ini diklaim cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak menjelang hari pelaksanaan.

Dia menambahkan pihaknya telah menghimpun data ketersediaan melalui koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota di wilayah Kalsel.

Dari total stok tersebut, lebih dari 17.000 ekor merupakan sapi, sekitar 6.000 ekor kambing, dan sisanya kerbau.

"Sebagai persiapan Iduladha, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menghimpun data ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban, baik sapi, kerbau maupun kambing," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).

Kendati demikian, proyeksi kebutuhan yang mencapai hampir 16.000 ekor, terdiri dari sekitar 13.000 ekor sapi, lebih dari 2.500 ekor kambing, dan sisanya kerbau masih bersifat dinamis.

Suparmi mengakui data tersebut terus mengalami pembaruan seiring mendekatnya waktu pelaksanaan.

Dia menyebutkan, pihaknya membentuk tim pengawasan terpadu yang melibatkan instansi vertikal seperti Balai Veteriner, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT), Balai Karantina, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalimantan Selatan dalam upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Pengawasan dilakukan sejak tahap pendataan awal, selama proses pemotongan, hingga tiga hari pascapelaksanaan untuk rekapitulasi akhir.

"Kami sudah bersurat kepada kabupaten/kota untuk membentuk tim pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban. Tim ini bersifat terpadu dengan melibatkan instansi vertikal," sebutnya.

Suparmi melanjutkan, pengawasan lalu lintas ternak, baik yang masuk maupun keluar wilayah Kalsel diperkuat melalui aplikasi guna memastikan kepatuhan terhadap persyaratan teknis dan dokumen.

Ternak yang masuk wajib memperoleh izin dari daerah tujuan, sementara yang keluar harus mengantongi rekomendasi pengeluaran dari daerah asal.

"Untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kalimantan Selatan, ada ternak lokal dan ada juga yang didatangkan dari daerah lain. Semua harus memenuhi dokumen persyaratan teknis lalu lintas hewan dan saat ini sudah menggunakan aplikasi e-lalu lintas," katanya.

Adapun, dia berjanji akan melakukan rekapitulasi pasca-pemotongan guna mengevaluasi realisasi aktual pemotongan hewan kurban tahun ini.

"Saya selalu berpesan kepada jajaran agar seluruh proses mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku," pungkasnya.

#hewan-kurban #stok-hewan-kurban #surplus-hewan-kurban #kalsel-hewan-kurban #iduladha-2026 #sapi-kurban-kalsel #kambing-kurban-kalsel #kerbau-kurban-kalsel #kebutuhan-hewan-kurban #pengawasan-hewan-kur

https://kalimantan.bisnis.com/read/20260517/407/1974221/surplus-kalsel-siapkan-23000-ekor-hewan-kurban