Tol ke Pelabuhan Tanjung Carat Mulai Didorong, BKPM Bidik Efisiensi Logistik Sumsel

Tol ke Pelabuhan Tanjung Carat Mulai Didorong, BKPM Bidik Efisiensi Logistik Sumsel

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mendorong percepatan tol ke Pelabuhan Tanjung Carat untuk efisiensi logistik Sumsel.

(Bisnis.Com) 13/05/26 18:03 220547

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mulai mendorong percepatan proyek konektivitas Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat melalui integrasi pembangunan jalan tol, di tengah kebutuhan mendesak penguatan infrastruktur logistik Sumatra Selatan.

Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Nota kesepahaman itu diteken oleh BKPM bersama sederet pemangku kepentingan yakni Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, pemerintah saat ini tengah mendorong tiga agenda utama untuk menopang pertumbuhan investasi nasional, yakni hilirisasi, pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi, dan penguatan konektivitas logistik nasional.

Menurutnya, investasi memiliki kontribusi sekitar 30% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Karena itu kami meyakini infrastruktur dan logistik yang terintegrasi akan mendukung investasi yang optimal,” ujarnya dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, Todotua menjelaskan pembangunan konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Carat menjadi penting lantaran Sumatra Selatan dan kawasan Sumatra bagian selatan memiliki kekuatan sumber daya alam yang besar, mulai dari minyak dan gas, batu bara, sawit, kopi, hingga karet.

Namun, keterbatasan infrastruktur logistik membuat distribusi komoditas dari wilayah tersebut belum optimal dan biaya logistik masih relatif mahal sehingga daya saing produk menjadi lemah.

“Persoalan khusus di sana adalah logistik yang belum terurai dengan baik. Akibatnya distribusi menjadi terbatas dan biaya logistik relatif mahal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan Edward Candra mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan ekosistem logistik terintegrasi menuju pelabuhan internasional tersebut.

Menurutnya, proyek Pelabuhan Tanjung Carat telah diinisiasi sejak era lima gubernur Sumatra Selatan dan pada 2025 telah masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).

Edward mengatakan, lahan seluas 230 hektare juga telah disiapkan dan dihibahkan untuk mendukung pembangunan kawasan pelabuhan tersebut.

“Dengan adanya integrasi jalan tol, biaya logistik dapat ditekan dan daya saing investasi Sumatra Selatan akan semakin kuat,” ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah daerah siap mendukung percepatan proyek melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi, hingga koordinasi lintas pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, konektivitas jalan tol menuju Tanjung Carat nantinya juga akan memperkuat konektivitas logistik dari wilayah Kayuagung dan Palembang menuju kawasan Tanjung Api-Api.

“Semoga MoU ini menjadi langkah awal menuju integrasi konkret pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat,” katanya.

#pelabuhan-tanjung-carat #pelabuhan-palembang #jalan-tol #bkpm

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260513/45/1973575/tol-ke-pelabuhan-tanjung-carat-mulai-didorong-bkpm-bidik-efisiensi-logistik-sumsel