Laba Asuransi Jasindo Melonjak 288,90% pada Kuartal III/2025, Ini Pemicunya

Laba Asuransi Jasindo Melonjak 288,90% pada Kuartal III/2025, Ini Pemicunya

Laba Jasindo melonjak 288,90% YoY jadi Rp127,30 miliar di Q3 2025, didorong premi naik 11,36% dan sektor energi sebagai penopang utama pendapatan.

(Bisnis.Com) 30/10/25 19:18 21983

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo membukukan laba setelah pajak Rp127,30 miliar pada kuartal III/2025.

Direktur Operasional Jasindo Ocke Kurniandi mengemukakan angka tersebut melonjak 288,90% (year on year/YoY) dari Rp32,73 miliar pada kuartal III/2024.

Peningkatan laba tersebut beriringan dengan pendapatan premi yang tumbuh 11,36% (YoY) menjadi Rp3,00 triliun. Adapun, hasil underwriting mencapai Rp299,42 miliar, naik 21,88% (YoY).

“Sementara itu, hasil investasi naik 6,20% YoY menjadi Rp210,8 miliar. Dari sisi permodalan, RBC Jasindo tercatat 173,49%, menandakan kondisi keuangan yang sehat dan pengelolaan risiko yang prudent,” ujar Ocke dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).

Ocke mengaku pertumbuhan perusahaannya ini tak lepas dari strategi fokus pada portofolio bisnis yang berkualitas dan penerapan risk management partnership dengan para tertanggung korporasi.

“Kami tidak hanya menjual polis, tetapi hadir sebagai mitra strategis dalam merancang dan mengelola risiko secara menyeluruh,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ocke juga menegaskan lonjakan laba ini dipicu oleh peningkatan efisiensi operasional dan pengendalian risiko klaim.

“Jasindo menerapkan pendekatan underwriting selektif dengan memperhatikan kualitas risiko dan potensi profitabilitas jangka panjang,” tegas dia.

Sektor Energi jadi Penopang Utama

Menilik sisi lini bisnis, Ocke menyebut pertumbuhan premi terbesar berasal dari lini bisnis engineering (rekayasa) yang naik 263,59% YoY menjadi Rp241,35 miliar.

Kemudian, liability tumbuh 124,40% diikuti cargo sebesar 40,22% dan energy onshore sebesar 39,34%. Tak hanya onshore, energy offshore juga menunjukkan peningkatan stabil sebesar 6,78%.

“Total premi dari sektor energi, baik onshore maupun offshore mencapai lebih dari Rp558,17 miliar. Ini menjadikan motor utama pendapatan premi Jasindo hingga kuartal III/2025,” jelasnya.

Sebab demikian, Ocke menekankan sektor energi tetap menjadi keahlian bisnis Jasindo. Melalui pendekatan risk management partnership, memungkinkan Jasindo terlibat sejak tahap survei risiko.

#asuransi-jasindo #laba-jasindo #peningkatan-laba #pendapatan-premi #hasil-underwriting #investasi-jasindo #risk-management #strategi-bisnis #efisiensi-operasional #underwriting-selektif #sektor-energi

https://finansial.bisnis.com/read/20251030/215/1924796/laba-asuransi-jasindo-melonjak-28890-pada-kuartal-iii2025-ini-pemicunya