Trump Hadiri Perjanjian Damai Gaza, Sebut Hamas Hormati Mesir
Donald Trump menghadiri Gaza Peace Summit di Mesir untuk mendukung gencatan senjata dan perdamaian di Gaza, dengan pembebasan sandera dan tahanan Palestina.
(Bisnis.Com) 14/10/25 01:11 2170
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10) untuk menghadiri Gaza Peace Summit bersama sejumlah pemimpin dunia.
Pertemuan ini bertujuan memastikan kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin AS benar-benar menjadi langkah awal menuju perdamaian permanen di Gaza, Palestina.
Trump datang langsung dari Israel, setelah berpidato di parlemen negara itu dan menerima pujian atas perannya dalam kesepakatan yang memicu gencatan senjata akhir pekan lalu.
Kesepakatan tersebut juga memungkinkan pembebasan 20 sandera yang masih hidup di Gaza serta hampir 2.000 tahanan Palestina dari penjara Israel.
Dalam pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Trump menekankan pentingnya peran Mesir dalam proses perdamaian.
“Mesir memainkan peran penting, dan Hamas menghormati kepemimpinan negara ini,” ujarnya.
Ia juga menyebut tahap kedua dari rencana perdamaian sudah dimulai, menyoroti perlunya “pembersihan besar” di Gaza setelah perang dua tahun terakhir.
Sejumlah pemimpin dunia turut hadir, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan PM Inggris Keir Starmer. Mereka akan membahas masa depan Gaza, mulai dari upaya pelucutan senjata Hamas hingga kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamaian dan proses rekonstruksi wilayah yang porak-poranda.
Dalam pidatonya di Yerusalem, Trump menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata akan bertahan lama.
“Israel telah memenangkan pertempuran di medan perang. Sekarang saatnya menerjemahkan kemenangan itu menjadi perdamaian dan kemakmuran bagi seluruh Timur Tengah,” katanya, dikutip Bloomberg pada Senin (13/10/2025).
Namun, beberapa jam setelah pidato Trump, Menteri Pertahanan Israel Katz menuding Hamas gagal memenuhi kewajiban untuk menyerahkan seluruh jenazah sandera yang tewas, dan memperingatkan kemungkinan pembalasan.
Meski begitu, suasana euforia terasa di kedua pihak: warga Israel bersuka cita atas pembebasan para sandera, sementara keluarga Palestina menyambut gembira pembebasan tahanan dari penjara Israel.
Israel juga mulai menarik pasukan dari sebagian besar wilayah Gaza dan membuka jalur bantuan kemanusiaan yang lebih luas.
Sejak perang pecah akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Gaza dilaporkan tewas, sementara 470 tentara Israel juga kehilangan nyawa dalam pertempuran.
Dunia menantikan apakah pertemuan di Mesir ini benar-benar menjadi titik balik menuju perdamaian yang nyata di kawasan tersebut.
#trump-hadiri-perjanjian-damai-israel-palestina #trump #perjanjian-damai-gaza #gaza-peace-summit #trump-mesir #gencatan-senjata-gaza #trump-israel #pembebasan-sandera-gaza #peran-mesir-perdamaian #pemi