Piutang Pembiayaan CIMB Finance (CNAF) Sentuh Rp10,87 Triliun per Kuartal I/2026

Piutang Pembiayaan CIMB Finance (CNAF) Sentuh Rp10,87 Triliun per Kuartal I/2026

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat piutang pembiayaan Rp10,87 triliun pada Q1 2026, tumbuh 2% bulanan, didorong strategi tepat dan optimalisasi digital.

(Bisnis.Com) 07/05/26 11:25 214088

Bisnis.com, JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) atau CIMB Finance mencatat piutang pembiayaan senilai Rp10,87 triliun pada kuartal I/2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menuturkan nilai tersebut menunjukkan tren positif secara bulanan (month to month) dengan rata-rata pertumbuhan 2%.

“Piutang pembiayaan CNAF sepanjang kuartal I/2026 tersebut didominasi oleh jenis pembiayaan multiguna, yang mana umumnya jenis pembiayaan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat,” katanya kepadaBisnis, dikutip pada Kamis (7/5/2026).

Dikatakan Ristiawan, faktor pertumbuhan piutang pembiayaan CNAF itu didasari atas beberapa hal seperti penerapan strategi yang tepat bersama induk usaha dalam programcross sellingproduk dan optimalisasi kanal digital CNAF yang dapat menjangkau segmen nasabah lebih luas.

Sebab demikian, lanjutnya, perusahaan melihat prospek pertumbuhan piutang pembiayaan hingga akhir 2026 akan tetap positif. Meskipun, perlu tetap mewaspadai dinamika ekonomi global, fluktuasi suku bunga, serta tantangan dalam menjaga kualitas kredit.

“Untuk menyikapi hal tersebut, strategi CNAF ke depan adalah berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, dengan terus mengedepankan aspek kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit untuk memastikan portofolio perusahaan tetap terjaga dengan baik,” bebernya.

Lebih jauh, CNAF menilai pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 1,01% YoY pada Februari 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat tengah membaik.

Ristiawan berharap bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan pembiayaan, khususnya permintaan pembiayaan dari masyarakat.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai kondisi daya beli masyarakat menjadi salah satu hal yang memengaruhi pertumbuhan perusahaan pembiayaan.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan khususnya untuk pembiayaan multiguna, kendaraan bermotor roda dua dan empat hingga elektronik.

“Daya beli masyarakat pun menjadi satu hal yang tentu menjadi catatan khusus. Harapan kami juga lapangan pekerjaan tetap ada, masyarakat tetap mendapatkan income, baik dari pengusaha UMKM, baik yang bekerja dan segalanya agar roda perekonomian terus bergerak,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (5/5/2026).

Menurut Suwandi, pemerintah kini juga terus berusaha keras melalui berbagai upaya. Misalnya melalui perbankan, dengan menekankan pentingnya sinergi dan pelaksanaan yang harmonis antar pemangku kepentingan.

#piutang-pembiayaan #cimb-finance #cnaf #kuartal-i-2026 #pertumbuhan-piutang #pembiayaan-multiguna #strategi-cross-selling #optimalisasi-digital #prospek-pertumbuhan #kualitas-kredit #pertumbuhan-bisni

https://finansial.bisnis.com/read/20260507/89/1972023/piutang-pembiayaan-cimb-finance-cnaf-sentuh-rp1087-triliun-per-kuartal-i2026