Purbaya Umumkan Subsidi Pembelian Motor Listrik Rp5 Juta, Mulai Bulan Depan

Purbaya Umumkan Subsidi Pembelian Motor Listrik Rp5 Juta, Mulai Bulan Depan

Pemerintah akan memberikan subsidi Rp5 juta untuk pembelian motor listrik mulai Juni 2026, dengan kuota awal 100.000 unit, guna mendorong ekonomi dan mengurangi konsumsi BBM.

(Bisnis.Com) 05/05/26 14:42 211716

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah bersiap mengguyur insentif subsidi untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada awal Juni 2026 mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rencana pemberian subsidi itu semakin matang usai dirinya menggelar pertemuan dengan Menteri Perindustrian pada Selasa (5/5/2026) pagi. Dia mengaku sangat tertarik dengan proposal stimulus di sektor otomotif tersebut.

"Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar BBM," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, bendahara negara menjelaskan bahwa skema kuota subsidi ini akan dirilis secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah akan mengalokasikan kuota untuk 100.000 unit kendaraan.

Kendati demikian, Purbaya mengaku bahwa tidak akan ada pembatasan anggaran secara kaku dan membuka peluang untuk terus menambah kuota apabila serapan di pasar berjalan cepat.

"Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih. Berapa subsidinya? Rp5 juta. Kalau habis nanti kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," katanya.

Purbaya menambahkan, formulasi lengkap dan petunjuk teknis terkait skema penyaluran subsidi, termasuk untuk mobil listrik, akan segera diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam waktu dekat.

Dari kacamata makroekonomi, Purbaya meyakini percepatan adopsi kendaraan listrik ini akan secara langsung memperkuat daya tahan ekonomi dan fiskal Indonesia di masa depan.

Di sisi lain, guyuran insentif ini ditargetkan mampu menjadi mesin pemanas bagi pertumbuhan ekonomi domestik untuk jangka pendek, khususnya pada kuartal III dan kuartal IV/2026.

"Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan. Awal Juni lah saya [pastikan] mulai jalan," tambahnya.

Bahkan, mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu mengklaim langkah ekspansif pemerintah ini tidak akan direm di sektor otomotif saja.

Ke depan, Kementerian Keuangan juga tengah membidik sektor padat karya yang tengah tertekan, seperti industri tekstil dan alas kaki (sepatu). Sektor-sektor manufaktur ini direncanakan bakal mendapat kucuran dana murah guna mendukung peremajaan mesin-mesin pabrik mereka.

"Semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan. Di demand sudah kita dorong, sekarang di sektor manufaktur kita dorong. Jadi kita akan hidupkan betul-betul sektor swasta. Ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga," tutupnya.

#subsidi-kendaraan-listrik #diskon-motor-listrik #insentif-kendaraan-listrik #pembelian-motor-listrik #subsidi-mobil-listrik #kuota-subsidi-kendaraan #purbaya-yudhi-sadewa #menteri-keuangan-subsidi #pe

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260505/10/1971464/purbaya-umumkan-subsidi-pembelian-motor-listrik-rp5-juta-mulai-bulan-depan