Minat Asuransi Kendaraan Listrik Naik, Premi Great Eastern (GEGI) Tumbuh 124%
Minat asuransi kendaraan listrik meningkat, premi GEGI naik 124% di Q1 2026. Tantangan: keterbatasan bengkel dan biaya klaim tinggi karena baterai.
(Bisnis.Com) 03/05/26 05:51 209367
Bisnis.com, JAKARTA — PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatat minat masyarakat terhadap asuransi kendaraan listrik pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Marketing Director GEGI Linggawati Tok mengatakan hal ini tercermin dari kenaikan pendapatan premi perusahaan pada kuartal I/2026 yang tumbuh sebesar 124% (year on year/YoY).
“Hal ini sejalan dengan data penjualan mobil listrik nasional di mana terjadi lonjakan signifikan sebesar 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 16.926 unit,” jelasnya kepada Bisnis, dikutip Minggu (3/5/2026).
Linggawati menambahkan bahwa mayoritas konsumen kendaraan listrik sejauh ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan profil pendapatan menengah ke atas.
Meski demikian, GEGI masih menghadapi berbagai tantangan dalam asuransi kendaraan listrik. Dari sisi kendaraan, keterbatasan bengkel dan suku cadang menjadi kendala utama. Sementara itu, dari sisi asuransi, minimnya data historis klaim kendaraan listrik membuat pola risiko belum dapat terbaca secara jelas.
“Sehubungan dengan kendala tersebut, perusahaan berusaha memperluas jaringan kerja sama bengkel rekanan, dan perusahaan fokus hanya pada kendaraan listrik di kota besar dan fleet,” katanya.
Lebih lanjut, menurut Linggawati, secara umum klaim kendaraan listrik cenderung lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional. Hal ini bukan karena frekuensi kecelakaan yang lebih tinggi, melainkan biaya per kejadian klaim (severity) yang lebih besar.
Dia menjelaskan kontributor terbesar tingginya biaya klaim adalahbattery pack, yang dapat mewakili 50% – 60% nilai kendaraan. Menurut penuturannya, baterai merupakan faktor risiko paling dominan dalam asuransi kendaraan listrik karena berdampak ke nilai klaim yang bisa lebih tinggi jika terjadi kerusakan total pada komponen baterai sehingganature of risk-nya lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional.
“Posisi baterai yang umumnya berada di bagian bawah kendaraan membuatnya rentan terhadap benturan atau genangan, dan demi alasan keselamatan, bengkel sering memilih penggantian modul besar atau seluruh baterai daripada perbaikan parsial,” terang Linggawati.
Selain itu, komponen elektronik dan sensor bertegangan tinggi membuat klaim kecil seperti kerusakanbumpermenjadi jauh lebih mahal karena kebutuhan penggantian modul dan kalibrasi ulang.
Faktor lain yang memperberat biaya klaim adalah keterbatasan ekosistem perbaikan kendaraan listrik. Bengkel bersertifikasi dan teknisihigh-voltagemasih terbatas, sehingga waktu perbaikan lebih lama dan memicu biaya tambahan seperti derek khusus,storage, serta klaimloss of use.
“Kombinasi mahalnya baterai, kompleksitas elektronik, dan keterbatasanrepairabilityini membuat kendaraan listrik lebih cepat mencapaitotal losssecara ekonomis dibanding kendaraan konvensional,” pungkasnya.(Putri Astrian Surahman)
#asuransi-kendaraan #kendaraan-listrik #premi-asuransi #great-eastern #gegi #premi-tumbuh #mobil-listrik #penjualan-mobil-listrik #klaim-kendaraan-listrik #risiko-asuransi #baterai-kendaraan-listrik #b