Dukung TKDN, Belanja Suku Cadang Lokal Semen Indonesia Capai Rp 809 Miliar

Dukung TKDN, Belanja Suku Cadang Lokal Semen Indonesia Capai Rp 809 Miliar

PT Semen Indonesia (SIG) genjot belanja suku cadang lokal hingga Rp 809 miliar, perkuat rantai pasok nasional, efisiensi, serta komitmen TKDN dan ESG.

(Kompas.com) 30/04/26 14:13 207599

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan peningkatan belanja suku cadang lokal mencapai Rp 809 miliar pada 2025.

Angka tersebut meningkat 2,79 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 787 miliar.

Belanja suku cadang lokal ini bahkan naik 164,3 persen dari baseline 2020 sebesar Rp 306 miliar.

Langkah ini menjadi strategi emiten berkode saham SMGR ini dalam memperkuat rantai pasok nasional dan efisiensi operasi di tengah tekanan industri bahan bangunan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari inisiatif strategis perusahaan untuk mendorong solusi dan inovasi berkelanjutan yang menjadi salah satu pilar dalam Sustainability Road Map SIG 2030.

“Untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara berkelanjutan, SIG secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM, untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri,” tutur Vita dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Vita mengatakan, pihaknya menjalankan pengadaan berkelanjutan (sustainable procurement) yang diarahkan untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi berbasis Environmental, Social, Governance (ESG) yang mendorong penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.

Semen Indonesia mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri.

Strategi ini mendukung penguatan fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal, sebagai respons terhadap dinamika industri yang semakin kompetitif.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) perusahaan pada 2025 yang mencapai Rp 21,79 triliun atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp 23,32 triliun.

Capaian ini merupakan wujud kontribusi Semen Indonesia terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menantang.

Semen Indonesia juga memperkuat daya saing produk lokal melalui inovasi, termasuk pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku domestik dan mendukung efisiensi energi serta penurunan emisi.

Vita mengungkapkan, keberlanjutan dan efisiensi menjadi fondasi utama operasional perusahaan.

“Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Vita.

Dengan strategi tersebut, SMGR tidak hanya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, tetapi juga memperkuat ketahanan industri nasional di tengah tekanan pasar.

Ke depan, perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dengan pelaku industri domestik guna membangun rantai pasok yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#semen-indonesia #tkdn #suku-cadang-lokal #rantai-pasok-nasional

https://money.kompas.com/read/2026/04/30/141300126/dukung-tkdn-belanja-suku-cadang-lokal-semen-indonesia-capai-rp-809-miliar