OJK Gulirkan Program Anti-Rentenir Bagi UMKM Kaltim
OJK Kaltim-Kaltara salurkan Rp122 miliar ke 3.500 UMKM, dorong inklusi keuangan lewat program anti-rentenir dan edukasi keuangan di Kalimantan.
(Bisnis.Com) 29/04/26 20:50 206940
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencatatkan realisasi pembiayaan inklusif senilai Rp122,21 miliar sepanjang kuartal I/2026, dengan menyasar lebih dari 3.500 debitur UMKM di kawasan Kalimantan bagian timur.
Pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara OJK, Bank Indonesia Kalimantan Timur, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui tiga skema pembiayaan strategis yang dijalankan secara bersamaan di berbagai wilayah.
Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Misran Pasaribu menyatakan program unggulan TPAKD Provinsi Kalimantan Timur, KURKaltim.com, berhasil memfasilitasi pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 726 debitur dengan total nominal Rp69,49 miliar hingga Maret 2026.
Sementara itu, skema Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang digulirkan di tingkat kabupaten/kota menunjukkan implementasi yang lebih konkret.
Program Kredit Kukar Idaman (KKI) yang diinisiasi TPAKD Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat realisasi plafon penyaluran senilai Rp39,35 miliar kepada 1.891 debitur dari sektor pertanian, perikanan, pengolahan, perdagangan, dan jasa.
"Provinsi Kalimantan Timur memiliki 1 TPAKD tingkat Provinsi dan 10 TPAKD tingkat Kabupaten/Kota," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Di Kota Samarinda, program Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah) yang dikelola TPAKD setempat telah menyalurkan Rp12,86 miliar kepada 611 pelaku usaha produktif.
Selain itu, Misran menyebutkan pihaknya turut menjalankan inisiatif business matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang telah terselenggara dalam sebelas seri kegiatan di tujuh wilayah, meliputi Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu.
Pelaksanaan terakhir pada 31 Maret 2026 di Desa Wisata Kampung Tenun, Kota Samarinda, mendapat dukungan pemerintah daerah serta antusiasme tinggi dari pelaku ekonomi kreatif.
Dari rangkaian kegiatan ini, terealisasi pembiayaan kepada 354 debitur dengan total plafon Rp12,51 miliar.
Dia melanjutkan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan sektor keuangan di Kaltim dan Kaltara melaksanakan 10 kegiatan edukasi keuangan dan 3 kegiatan GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) yang berhasil menjangkau lebih dari 1.500 peserta di 5 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dan 2 kabupaten/kota di Kalimantan Utara sepanjang kuartal I/2026.
Pendekatan edukasi dilakukan melalui metode tatap muka dan digital, mencakup seminar, pelatihan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan, webinar, lokakarya, podcast, talkshow radio, hingga publikasi melalui media sosial dan platform digital lainnya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang aman serta sesuai kebutuhan.
Pada aspek perlindungan konsumen, OJK mencatat 114 pengaduan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sepanjang kuartal I/2026.
Adapun, dia menuturkan lembaga ini juga memberikan 814 layanan konsumen secara walk-in serta melayani 1.350 permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) secara daring.
"Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses informasi dan perlindungan yang optimal di sektor jasa keuangan," ujarnya.
#ojk-kaltim #program-anti-rentenir #pembiayaan-inklusif #umkm-kaltim #kredit-usaha-rakyat #kur-kaltim #kredit-melawan-rentenir #kredit-kukar-idaman #tpka-kaltim #edukasi-keuangan-umkm #business-matchin