SMBC Indonesia (BTPN) Pilih Strategi Selektif saat Pasar Volatil

SMBC Indonesia (BTPN) Pilih Strategi Selektif saat Pasar Volatil

SMBC Indonesia fokus pada ekspansi selektif, menjaga kualitas aset di tengah volatilitas pasar, dengan pertumbuhan kredit 2% yoy dan peningkatan CASA 40,6% yoy.

(Bisnis.Com) 24/04/26 13:27 201731

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) memilih menjaga ekspansi tetap selektif dengan fokus pada kualitas aset dan keberlanjutan kinerja di tengah tekanan biaya dana dan volatilitas pasar.

Bank SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp191,8 triliun pada triwulan I/2026.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar mengatakan strategi ekspansi selektif menjadi kunci perseroan untuk menjaga kualitas pertumbuhan, di tengah tekanan biaya dana dan risiko kredit yang masih membayangi industri perbankan.
“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar,” kata Henoch dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Adapun, kredit korporasi dan komersial tumbuh 4,1% yoy. Kredit digital melalui Jenius (di luar Digital Micro) meningkat 12,0% yoy. Sementara itu, pembiayaan Grup OTO tumbuh 5,0% yoy dan BTPN Syariah naik 3,7% yoy.
Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp250 triliun, tumbuh 4,1% yoy. Perseroan juga memperkuat likuiditas melalui peningkatan penempatan pada surat berharga.
Dana murah (Current Account Saving Account/CASA) menjadi salah satu penopang utama. CASA melonjak 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun, dengan rasio meningkat dari 35,7% menjadi 44,1%. Lonjakan ini mendorong efisiensi biaya dana di tengah tren suku bunga yang masih fluktuatif.

“Peningkatan CASA memperkuat struktur pendanaan dan mendukung efisiensi biaya dana,” ujarnya.
Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja. BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar, tumbuh 2,8% yoy, sementara Grup OTO membukukan Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.
SMBC Indonesia mengandalkan diversifikasi bisnis dari perbankan digital, pembiayaan syariah, pembiayaan kendaraan, hingga segmen korporasi dan komersial untuk menjaga keseimbangan portofolio.
Dari sisi ketahanan, rasio likuiditas dan permodalan tetap kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 260,24%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 122,71%, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,63%.
Dia menuturkan dengan posisi tersebut, perseroan masih memiliki ruang untuk ekspansi, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah ketidakpastian pasar.

#smbc-indonesia #btpn-strategi-selektif #pasar-volatil #kualitas-aset #pertumbuhan-kredit #kredit-korporasi #kredit-komersial #kredit-digital-jenius #pembiayaan-grup-oto #btpn-syariah #total-aset #dana

https://finansial.bisnis.com/read/20260424/90/1969101/smbc-indonesia-btpn-pilih-strategi-selektif-saat-pasar-volatil