Harga Minyak Dunia Naik 5 Persen ke 95,46 Dollar AS, Pasar Khawatir Gencatan Senjata AS-Iran Gagal
Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, serta lalu lintas di Selat Hormuz.
(Kompas.com) 21/04/26 08:00 197492
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) atau Selasa (21/4/2026) pagi WIB, didorong kekhawatiran gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi gagal.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 5,08 dollar AS atau 5,62 persen menjadi sebesar 95,46 dollar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,04 dollar AS atau 6,01 persen ke level 88,89 dollar AS per barrel.
Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, serta lalu lintas di Selat Hormuz yang sebagian besar masih terhenti.
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga minyak sempat anjlok hingga 9 persen, penurunan harian terbesar sejak 18 April 2026, setelah Iran menyatakan jalur pelayaran komersial Selat Hormuz dibuka selama masa gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump juga sempat mengatakan, Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup selat tersebut, yang sebelum perang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Namun, ketidakpastian kembali meningkat. Konflik yang kembali memanas membuat Iran menutup lagi Selat Hormuz.
Analis pasar dari Tradu, Nikos Tzabouras, mengatakan, situasi di Selat Hormuz masih belum stabil. Menurutnya, tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat serta ketidakpastian tercapainya kesepakatan dapat mendorong harga minyak lebih tinggi.
"Faktor-faktor ini bisa mendorong harga minyak naik lebih jauh, dan bahkan jika tercapai penyelesaian, akan sulit bagi harga untuk kembali ke level sebelum perang karena pasokan tidak mungkin pulih dalam semalam," kata dia.
Ketegangan juga meningkat setelah Iran menyatakan akan membalas penyitaan kapal oleh AS, yang memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik terbuka.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai, namun belum ada keputusan final. Sementara Trump menyatakan belum tentu akan memperpanjang gencatan senjata.
Analis Price Futures Group, Phil Flynn, menilai volatilitas pasar masih akan berlanjut meski harga belum menembus level 100 dollar AS per barel.
"Volatilitas akan terus berlanjut, tetapi meskipun ketegangan meningkat, harga WTI masih di bawah 100 dollar AS per barel dan harga bensin cenderung menurun," ujarnya.Data pelayaran menunjukkan lalu lintas di Selat Hormuz masih sangat terbatas, dengan hanya tiga kapal melintas dalam 12 jam terakhir pada Senin (20/4/2026).
Padahal, pada Sabtu (18/4/2026), saat Selat Hormuz dibuka, lebih dari 20 kapal tercatat melintasi jalur tersebut dengan membawa minyak, elpiji, logam, dan pupuk. Pergerakan ini jadi jumlah tertinggi sejak awal Maret 2026.
#new-york #harga-minyak-dunia #harga-minyak-dunia-naik #harga-minyak-dunia-melonjak #kenaikan-harga-minyak-dunia