Prabowo Bertemu Putin, Singgung BRICS Buka Peluang Kerja Sama Lebih Besar
Prabowo bertemu Putin di Moskow, bahas Indonesia masuk BRICS 2025, buka peluang kerja sama lebih besar. Indonesia resmi bergabung BRICS 6 Januari 2025.
(Bisnis.Com) 13/04/26 20:03 190101
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia. Keduanya menyinggung soal masuknya Indonesia ke blok Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) yang dinilai mampu membuka peluang kerja sama lebih besar.
Dalam pertemuan tersebut, Putin menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Prabowo atas kunjungannya ke Moskow, Rusia. Putin juga merasa senang bisa menggelar pertemuan dengan Prabowo. Putin pun menyinggung masuknya Indonesia ke dalam BRICS pada awal 2025.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru kerja sama kita," kata Putin dalam pertemuannya dengan Prabowo di Moskow, Rusia pada Senin (13/4/2026).
Prabowo pun berterima kasih atas kesempatan pertemuannya dengan Putin. Dia mengatakan sejak pertemuan sebelumnya, pada akhir tahun lalu atau beberapa bulan lalu, Presiden pun telah bertemu dengan beberapa delegasi Rusia di Jakarta. Di Moskow, Presiden pun bertemu dengan beberapa pejabat Rusia serta perusahaan Rusia.
Prabowo pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan penerimaan Indonesia untuk bergabung di BRICS.
"Maksud dan tujuan saya hari ini datang, intinya adalah untuk ucapkan terima kasih ke Presiden Putin dan pemerintah Rusia, atas dukungan Rusia ke Indonesia. Pertama kami diterima begitu cepat di BRICS," katanya.
BRICS sendiri merupakan aliansi negara yang dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Sebelumnya, BRICS juga telah berhasil menambah beberapa negara anggota baru, yakni Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Selama masa keketuaan Rusia di BRICS pada tahun 2024, Indonesia mengajukan permohonan resmi untuk bergabung dengan BRICS.
Dokumen tersebut diperiksa sesuai dengan prinsip-prinsip panduan, standar, kriteria, dan prosedur perluasan keanggotaan BRICS. Seluruh negara anggota BRICS sepakat melalui konsensus untuk menyetujui permohonan Indonesia.
Indonesia kemudian secara resmi bergabung dalam BRICS sebagai anggota penuh per 6 Januari 2025.
Presiden Prabowo sendiri sempat menjelaskan bahwa BRICS terdiri atas negara-negara besar. Terlebih lagi, dia juga melihat bahwa banyak beberapa negara tetangga juga sudah menyatakan minat pada blok tersebut.
“Dan BRICS kita lihat ekonomi-ekonomi besar, India, Brazil, Tiongkok, Afrika Selatan sudah di situ dan negara-negara tetangga kita banyak yang sudah ke situ. Thailand, Malaysia nyatakan minat, Emirat Arab, Mesir,” terang Prabowo pada 2024.
Prabowo menilai, Indonesia perlu memiliki kehadiran dalam kelompok tersebut, sehingga dia memutuskan Indonesia bergabung dengan BRICS.
“Jadi kita ambil keputusan atau kita melihat bahwa saya kira Indonesia perlu juga punya kehadiran di tempat itu. Supaya kita baik di semua tempat lah,” terangnya.
Dia juga mengatakan bahwa alasan Indonesia bergabung BRICS karena ingin berada dalam berbagai blok.
"Indonesia ini kan tidak boleh ikut blok-blokan, tapi kita mau berada di mana-mana,” ungkap Prabowo.
#prabowo-putin #prabowo-bertemu-putin #prabowo-brics #indonesia-brics #putin-indonesia #kerjasama-brics #indonesia-rusia #prabowo-moskow #putin-moskow #brics-anggota-baru #indonesia-anggota-brics #bric