Nuon Pacu Monetisasi Terintegrasi untuk Perkuat Ekosistem Musik Digital Nasional

Nuon Pacu Monetisasi Terintegrasi untuk Perkuat Ekosistem Musik Digital Nasional

Nuon dorong monetisasi musik digital terintegrasi demi perkuat ekonomi lokal & lindungi IP kreatif nasional.

(Kompas.com) 10/04/26 20:21 188120

KOMPAS.com – PT Nuon Digital Indonesia (Nuon) membidik transformasi besar-besaran pada model bisnis industri musik digital nasional guna memutus ketergantungan pada distribusi semata.

Anak usaha Telkom Group itu mendorong skema monetisasi terintegrasi agar nilai ekonomi musik tetap berputar kuat di dalam ekosistem domestik.

Dengan jumlah konsumen digital yang mencapai lebih dari 190 juta pengguna, Indonesia telah menjadi salah satu pasar musik digital terbesar di kawasan. Namun, tingginya tingkat konsumsi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh optimalisasi nilai ekonomi bagi para pelaku industri dalam negeri secara nyata.

Chief Executive Officer (CEO) Nuon, Aris Sudewo, mengatakan, tantangan utama industri saat ini terletak pada struktur monetisasi yang masih terfragmentasi.

Selain itu, dominasi platform global menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi mengalir keluar dari ekosistem nasional sehingga merugikan pelaku lokal.

“Industri musik digital Indonesia memiliki potensi besar, namun perlu didukung oleh model monetisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tidak cukup hanya mengandalkan distribusi, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi kreator dan pelaku industri di dalam negeri,” ujar Aris dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (10/6/2026).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Nuon mengembangkan ekosistem musik digital yang mencakup layanan streaming melalui Langit Musik dan agregasi konten.

Perusahaan tersebut juga melakukan pemanfaatan musik untuk kebutuhan komersial melalui layanan background music PlayUp guna memperluas kanal pendapatan. Tujuannya, untuk memperluas kanal monetisasi di luar model streaming konvensional yang selama ini mendominasi pasar.

Nuon turut memanfaatkan kekuatan ekosistem Telkom Group yang menjangkau lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 4 juta rumah tangga broadband.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan distribusi serta konversi pengguna secara masif di seluruh lapisan masyarakat.

Dari sisi transaksi, Nuon mengintegrasikan direct carrier billing (DCB) sebagai alternatif metode pembayaran yang dapat menjangkau segmen unbanked dan underbanked.

Skema ini dinilai mampu meningkatkan akses terhadap layanan musik digital premium sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan bagi para kreator.

Menurut Aris, penguatan ekosistem juga harus diiringi dengan peningkatan kepemilikan kekayaan intelektual (IP) lokal sebagai aset ekonomi strategis.

Hal itu dinilai penting untuk memastikan bahwa nilai ekonomi tidak hanya berasal dari konsumsi, tetapi juga dari pengelolaan aset kreatif. Pengelolaan IP yang kuat dipandang sebagai kunci untuk menjaga kedaulatan industri kreatif di tengah persaingan global.

“Ke depan, fokus industri tidak hanya pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga pada bagaimana memastikan setiap interaksi dalam ekosistem menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dipertahankan di dalam negeri,” tambahnya.

Nuon menilai bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun ekosistem musik digital yang berkelanjutan.

Sinergi antara kreator, platform distribusi, dan penyedia infrastruktur sangat diperlukan untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#musik-digital #industri-musik #nuon-digital-indonesia #nuon

https://money.kompas.com/read/2026/04/10/202115726/nuon-pacu-monetisasi-terintegrasi-untuk-perkuat-ekosistem-musik-digital