Bisnis Fiber Optik Jadi Sumber Pendapatan Baru Mitratel (MTEL)

Bisnis Fiber Optik Jadi Sumber Pendapatan Baru Mitratel (MTEL)

Mitratel (MTEL) Grup Telkom mengandalkan bisnis menara dan fiber optik untuk pertumbuhan, dengan pendapatan 2025 mencapai Rp9,53 triliun.

(Bisnis.Com) 03/04/26 20:07 181398

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah tekanan industri dengan mengandalkan bisnis menara sebagai penopang utama, sementara lini fiber mulai menjadi sumber ekspansi baru.

Sepanjang 2025, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh bisnis menara yang masih mendominasi dengan kontribusi 81,8% terhadap total pendapatan.

Di sisi lain, lini fiber mulai menunjukkan akselerasi dengan pertumbuhan 18,1% secara tahunan dan kontribusi sebesar 6% terhadap total pendapatan.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan perseroan terus menjaga keseimbangan antara penguatan bisnis inti dan pengembangan lini baru.

“Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (3/4/2026).

Dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan mencapai Rp7,83 triliun, naik 1,8% secara tahunan dengan margin tetap tinggi di level 82,2%.

Laba bersih tercatat sebesar Rp2,12 triliun atau tumbuh 0,6% secara tahunan, dengan net profit margin sebesar 22,2%, mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terjaga.

Kinerja ini ditopang oleh peningkatan produktivitas aset, seiring dengan pertumbuhan jumlah kolokasi dan tenant.

Hingga akhir 2025, Mitratel mengoperasikan 40.230 menara, meningkat 2,1% secara tahunan. Jumlah kolokasi naik 11,7% menjadi 22.854, sementara total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,57x.

Jika termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734, mempertegas kuatnya permintaan terhadap model berbagi infrastruktur.

Di lini fiber, panjang fiber billable mencapai 70.618 km atau tumbuh 15,6% secara tahunan, dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23x.

Capaian ini menunjukkan peningkatan monetisasi jaringan sekaligus memperkuat peran fiber sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah saturasi bisnis menara.

Theodorus menambahkan perseroan akan terus memperluas kapabilitas sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi.

“Kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. Mitratel akan terus memperluas kapabilitas sebagai mitra strategis bagi operator dan pelaku industri digital, dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future ready,” katanya.

Dengan struktur biaya yang efisien dan strategi ekspansi yang terarah, Mitratel berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya di industri infrastruktur digital nasional.

#mtel #bisnis-fiber #fiber-optik #mitratel #grup-telkom #pendapatan-mitratel #bisnis-menara #pertumbuhan-fiber #infrastruktur-digital #konektivitas-nasional #profitabilitas-mitratel #ekspansi-bisnis #j

https://market.bisnis.com/read/20260403/192/1964191/bisnis-fiber-optik-jadi-sumber-pendapatan-baru-mitratel-mtel