Kota Bandung Cetak Lebih dari 208 Ton Sampah Selama Libur Lebaran
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat lonjakan volume sampah yang signifikan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Pada malam takbiran, volume sampah menembus angka 438 meter kubik atau
(Bisnis.Com) 01/04/26 15:43 178963
Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat lonjakan volume sampah yang signifikan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Pada malam takbiran, volume sampah menembus angka 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan pola tahunan yang lazim terjadi selama Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, ia memastikan proses penanganan sampah saat ini mulai berangsur normal seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas pembuangan akhir.
“Pasca Idulfitri hingga H+2, pengangkutan sampah sudah kembali berjalan normal setelah TPA Sarimukti dibuka kembali. Sebelumnya sempat terhenti saat hari H dan H+1 karena libur,” ujarnya.
Akibat jeda operasional tersebut, sempat terjadi penumpukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Saat ini, DLH tengah mengakselerasi pembersihan di titik-titik yang mengalami kelebihan beban (overload), seperti TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, serta TPS Kosambi dengan mengerahkan alat berat guna mempercepat proses evakuasi sampah.
Berdasarkan data kewilayahan, terjadi dinamika volume sampah yang beragam di berbagai titik. Di wilayah Bojonegara, volume sampah justru menyusut dari 77 meter kubik pada 2025 menjadi 60 meter kubik pada 2026. Penurunan serupa terjadi di Cibeunying yang turun dari 127 meter kubik menjadi 112 meter kubik, serta Ujungberung dari 51 meter kubik menjadi 42 meter kubik.
Namun, ia menjelaskan lonjakan tajam justru tercatat di beberapa wilayah lain. Karees mengalami kenaikan dari 58 meter kubik menjadi 78 meter kubik, Gedebage dari 8 meter kubik menjadi 16 meter kubik, serta Tegalega yang melonjak signifikan dari 107 meter kubik menjadi 130 meter kubik.
Guna mengantisipasi dampak timbulan sampah, DLH Kota Bandung memobilisasi 2.266 personel dan 423 armada yang tersebar di 263 titik pantau selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran. Puncak pengerahan personel terjadi pada H-1 dengan 926 petugas, dan terus disiagakan secara bertahap hingga H+2 dengan 695 personel serta 134 armada.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menambahkan bahwa pihaknya juga memperkuat strategi operasional melalui penyesuaian waktu kerja petugas di lapangan.
“Penyapuan sekarang dimulai sejak pukul 04.00 pagi, sehingga pukul 06.00 jalanan Kota Bandung sudah bersih saat masyarakat mulai beraktivitas,” jelasnya.
Di sisi lain, program pengolahan sampah berbasis masyarakat di tingkat RW dan kelurahan mulai menunjukkan hasil positif dalam menekan volume sampah organik yang masuk ke TPS. DLH pun mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) serta melakukan pemilahan sampah dari sumbernya guna memastikan keberlanjutan kebersihan kota pasca-hari raya.