Iran Beri Syarat Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab
Iran kini tetapkan syarat ketat bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, melarang AS dan Israel. Dua kapal Pertamina masih tertahan. Ikuti perkembangan terbaru!
(Kompas.com) 25/03/26 18:50 172655
KOMPAS.com - Pemerintah Iran akhirnya memberitahukan syarat bagi kapal-kapal yang berstatus tidak bermusuhan (non-hostile) bila ingin melintasi Selat Hormuz.
Syarat diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Iran ke Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengenai hal ini.
Namun, perlu diperhatikan jika ketentuan melewati celah perairan sempit itu ketat.
Wikimedia Commons Ilustrasi Selat Hormuz.Teheran menekankan dua poin, yakni kapal yang lewat mesti tidak berpartisipasi dan mendukung agresi terhadap Iran.
Kemudian, kapal diharuskan berkoordinasi dengan otoritas berwenang yang ditunjuk pemerintah Iran.
"Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang," bunyi nota komunikator tertulis yang disampaikan ke IMO, dikutip dari AFP, Selasa (24/3/2026).
Setelah menyampaikan persyaratan, IMO menyebarluaskannya ke seluruh anggota serta organisasi non-pemerintah agar dipahami secara saksama.
Ada catatan tambahan bahwa Iran tak mau negosiasi dengan kapal atau aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel beserta peserta agresi lainnya. Mereka dilarang melintasi Selat Hormuz.
Negosiasi AS
Presiden AS Donald Trump mengaku jika dirinya sudah membangun komunikasi yang produktif dengan pemerintah Iran mengenai negosiasi penghentian perang.
Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.Akan tetapi, juru bicara komando tinggi Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaqari, mengatakan tak ada negosiasi seperti yang disampaikan Trump.
Ia menyebut AS tengah bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
"Apakah tingkat pergumulan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?" jelas Ebrahim dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/6/2026).
Ia menambahkan agresi AS dan Israel telah gagal, dan menutupinya dengan kesepakatan perdamaian.
"Jangan sebut kegagalanmu sebagai kesepakatan," tambahnya.
Sejalan dengan itu, Washington mengeklaim telah mengirimkan 15 poin kesepakatan kepada Iran meski tak disebutkan rinciannya.
Dua kapal Pertamina masih tertahan
Sementara itu, dua kapal Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Teluk Arab.
Keduanya ialah, PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
"Hingga 12 Maret 2026, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selar Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman dan terus dalam pemantauan intensif," jelas akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) saat ini masih melakukan komunikasi dengan otoritas Iran agar dua kapal Pertamina diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kapal-pertamina #selat-hormuz #syarat-iran #kepentingan-maritim