Vietnam Terancam Pangkas Penerbangan Mulai April akibat Krisis Avtur
Otoritas penerbangan Vietnam memperingatkan industri penerbangan nasional untuk bersiap menghadapi potensi pengurangan jadwal penerbangan mulai April.
(Kompas.com) 17/03/26 08:18 166776
HANOI, KOMPAS.com — Otoritas penerbangan Vietnam memperingatkan industri penerbangan nasional untuk bersiap menghadapi potensi pengurangan jadwal penerbangan mulai April 2026.
Dikutip dari AsiaOne, Selasa (17/3/2026), langkah ini menyusul penghentian ekspor bahan bakar jet (avtur) oleh China dan Thailand yang meningkatkan risiko kekurangan pasokan energi bagi maskapai di negara tersebut.
Vietnam diketahui sangat bergantung pada impor avtur untuk memenuhi kebutuhan operasional sektor penerbangan.
www.vietnamairlines.com Pesawat Vietnam Airlines saat parkir di bandara. Dua pesawat Vietnam Airlines bersenggolan di Bandara Hanoi.Dokumen regulator penerbangan dan importir yang dilihat Reuters menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga kebutuhan avtur negara tersebut dipenuhi dari impor, sekitar 60 persen di antaranya berasal dari China dan Thailand.
“Ada risiko kekurangan bahan bakar jet bagi maskapai penerbangan Vietnam mulai awal April dan bulan-bulan berikutnya," kata Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam dalam dokumen tertanggal 9 Maret 2026.
Pernyataan ini disampaikan kepada kementerian yang membawahi sektor transportasi sebagai bentuk peringatan dini terhadap potensi gangguan operasional penerbangan.
Sebagai respons, regulator meminta maskapai untuk meninjau kembali rencana operasional, terutama untuk rute domestik.
Selain itu, operator bandara juga diminta menyiapkan tambahan ruang parkir pesawat bagi maskapai nasional yang kemungkinan harus mengurangi frekuensi penerbangan.
Pasokan dari Singapura ikut menurun
PIXABAY/TED ERSKI Ilustrasi kapal tanker. Jalur perdagangan minyak tersibuk di dunia.Selain terhentinya ekspor dari dua pemasok utama, Vietnam juga dilaporkan mengalami penurunan pasokan avtur dari Singapura. Kondisi ini semakin mempersempit ruang gerak pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga kesinambungan layanan penerbangan.
Dalam dokumen terpisah, dua importir utama avtur di Vietnam, yakni Petrolimex dan Skypec, menyatakan mereka hanya dapat menjamin pasokan hingga Maret 2026.
Skypec bahkan mendorong regulator untuk mempertimbangkan pembatasan transportasi udara hanya pada rute domestik yang dianggap esensial jika konflik yang memicu gangguan pasokan terus berlanjut.
Penghentian ekspor avtur oleh China dan Thailand sendiri terjadi secara bertahap. China sebelumnya meminta kilang untuk tidak menyepakati kontrak ekspor baru pada awal bulan, sebelum akhirnya memberlakukan larangan penuh ekspor bahan bakar olahan mulai 11 Maret.
Sementara itu, Thailand telah melarang ekspor produk minyak olahan, termasuk avtur, sejak 6 Maret 2026, dengan pengecualian hanya untuk Myanmar dan Laos.
Baik regulator penerbangan, kementerian terkait, maupun perusahaan importir tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Maskapai utama Vietnam, yakni Vietnam Airlines dan VietJet, juga menolak berkomentar mengenai potensi dampak terhadap operasi mereka.
Upaya diplomatik untuk menjamin keamanan energi
Pemerintah Vietnam telah mengambil langkah diplomatik guna mengatasi potensi krisis pasokan energi tersebut.
Vietnam tercatat sebagai pembeli avtur terbesar ketiga dari China pada tahun lalu setelah Australia dan Jepang, berdasarkan data bea cukai China.
Isu keamanan energi ini telah dibahas langsung dengan kedua negara pemasok utama. Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung dilaporkan meminta koordinasi erat dengan mitranya dari China untuk memastikan keamanan energi dalam pertemuan di Hanoi yang telah lama direncanakan.
Dok. Vietjet Ilustrasi pesawat Vietjet.Menanggapi hal tersebut, juru bicara kementerian luar negeri China menyatakan bahwa Beijing siap meningkatkan kerja sama dengan Vietnam dan negara lain untuk menghadapi tantangan keamanan energi secara bersama.
Selain itu, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh juga meminta dukungan Thailand untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan dalam pertemuan dengan duta besar Thailand di Vietnam.
Namun demikian, kementerian luar negeri kedua negara belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan tersebut.
Mencari alternatif pemasok di tengah keterbatasan produksi
Otoritas penerbangan Vietnam merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan impor dari negara lain sebagai alternatif.
Beberapa negara yang disebut berpotensi menjadi pemasok baru antara lain Korea Selatan, Jepang, Brunei, dan India. Meski demikian, regulator mengakui bahwa dalam situasi saat ini sulit untuk mencari pemasok baru.
Di dalam negeri, dua kilang minyak Vietnam disebut menghadapi tekanan untuk meningkatkan produksi produk minyak lainnya, sehingga sulit untuk menaikkan output avtur secara signifikan.
Kondisi ini membuat opsi substitusi melalui produksi domestik juga terbatas.
Harga avtur melonjak, profitabilitas rute terancam
Selain risiko kekurangan pasokan, lonjakan harga avtur turut menjadi tantangan bagi industri penerbangan Vietnam.
UNSPLASH/HANS DORRIES Ilustrasi pesawat, penerbangan.Regulator memperingatkan bahwa bahkan jika pasokan dapat distabilkan, kenaikan harga energi dapat membuat banyak rute penerbangan menjadi tidak lagi menguntungkan secara komersial.
Importir avtur juga melaporkan kenaikan harga yang tajam membuat mereka mendekati batas plafon kredit yang tersedia.
Mereka pun meminta perbankan untuk memberikan fleksibilitas pembiayaan hingga kondisi pasar kembali normal.
Data harga dari LSEG menunjukkan kontrak swap avtur di Singapura untuk pengiriman bulan terdekat diperdagangkan sekitar 157 dollar AS per barrel, atau lebih dari satu setengah kali lipat dibandingkan tingkat sebelum konflik yang memicu gangguan pasokan energi global.
Potensi pengurangan penerbangan di Vietnam menambah daftar dampak lanjutan dari gangguan rantai pasok energi di kawasan.
Dengan ketergantungan tinggi pada impor avtur serta keterbatasan alternatif pasokan dalam jangka pendek, sektor penerbangan negara tersebut kini menghadapi ketidakpastian operasional yang signifikan menjelang periode April 2026 dan bulan-bulan berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#vietnam #penerbangan #jadwal-penerbangan #industri-penerbangan #impor-avtur