KAI bangun 5.484 hunian terintegrasi di DKI-Surabaya-Bandung-Semarang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membangun 5.484 unit hunian yang terintegrasi transportasi publik di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya sebagai ...
(Antara) 16/03/26 16:11 166275
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) membangun 5.484 unit hunian yang terintegrasi transportasi publik di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya sebagai dukungan terhadap program pemerintah pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat perkotaan.
"PT Kereta Api Indonesia mendukung program pembangunan nasional melalui pemanfaatan aset perkeretaapian untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin.
Pengembangan tersebut mencakup total 5.484 unit hunian yang tersebar di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan konsep kawasan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development.
Pembangunan bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan pihak terkait lainnya.
Ia mengatakan, di Jakarta, pembangunan dilakukan di kawasan Stasiun Manggarai dengan rencana delapan tower hunian yang terbagi dalam dua blok, masing-masing memiliki 12 lantai.
Dari delapan tower tersebut, total hunian yang disiapkan mencapai 2.200 unit dengan tipe unit yang akan dibangun meliputi tipe 45 dan tipe 52 bagi masyarakat perkotaan.
Pembangunan hunian di kawasan Manggarai direncanakan segera dimulai dan ditargetkan penyerahan kunci unit kepada penghuni dapat dilakukan pada awal tahun 2027 mendatang.
Selain Jakarta, pembangunan hunian juga dilakukan di kawasan Stasiun Kiaracondong Bandung yang menempati lahan seluas sekitar 7.600 meter persegi. Di lokasi tersebut akan dibangun dua tower hunian dengan total sekitar 753 unit yang dirancang menjadi kawasan hunian terintegrasi dengan sistem transportasi publik di Kota Bandung.

Pengembangan hunian juga direncanakan di kawasan Stasiun Semarang Poncol di sekitar kawasan Dr Kariadi dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare. Di Semarang, proyek tersebut akan menghadirkan dua tower hunian setinggi 42 lantai dengan total sekitar 1.042 unit yang terintegrasi dengan jaringan transportasi kereta api.
Sementara di Surabaya, pembangunan dilakukan di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng dengan rencana dua tower hunian yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,2 hektare. Di kawasan tersebut akan dibangun sekitar 1.489 unit hunian dengan tinggi bangunan mencapai 52 lantai yang dirancang sebagai kawasan hunian perkotaan berbasis transportasi.
KAI menyebut pengembangan hunian di kawasan stasiun bertujuan menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi melalui hunian dekat transportasi publik, pemanfaatan lahan efisien, dan mobilitas masyarakat yang lebih mudah.
Perusahaan juga mencatat memiliki sekitar 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) guna memperluas akses hunian perkotaan.
"(Untuk dananya) yang jelas ada dari porsi KAI sendiri, kemudian dari Danantara. Kemudian ada bagian dari pinjaman juga, pinjaman dalam negeri," kata Bobby.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan program pembangunan tiga juta rumah menjadi solusi mengatasi backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Backlog perumahan adalah kesenjangan antara jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat dengan jumlah rumah yang tersedia.
"Presiden Prabowo kokoh dalam komitmen dan sejak awal meyakini bahwa keluarga yang sehat itu berawal dari rumah yang baik, dan masyarakat yang berdaya itu berawal dari rumah yang sejahtera," kata AHY.
Oleh karena itu AHY mengapresiasi inisiatif dan kerja sama yang baik antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Kementerian Perhubungan, PT KAI, termasuk Danantara, yang ingin membangun kawasan hunian vertikal.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah lantai bangunan, mengingat keterbatasan lahan di kawasan perkotaan yang membutuhkan pemanfaatan ruang lebih optimal.
Menurut Hashim, peningkatan jumlah lantai hingga sekitar 24 tingkat berpotensi memperbesar kapasitas hunian sehingga jumlah unit yang tersedia dapat meningkat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak di kawasan perkotaan.
"So, saya kira kalau bisa arsitek dan semuanya itu diarahkan lagi untuk bikin lebih lagi. Saya kira dari 2.200 unit (di Stasiun Manggarai dapat ditambah menjadi) 24 lantai, mungkin bisa lipat ganda," kata Hashim.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026