Cek Cuaca Selama Mudik Lebaran, Intensitas Hujan Menurun

Cek Cuaca Selama Mudik Lebaran, Intensitas Hujan Menurun

BMKG memprediksi penurunan intensitas hujan selama mudik Lebaran 2026, tetapi masyarakat perlu tetap waspada hujan lebat di beberapa wilayah.

(Bisnis.Com) 13/03/26 12:06 164038

Bisnis.com, JAKARTA — Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap cuaca selama periode perayaan Idulfitri 2026 atau mudik Lebaran memperlihatkan adanya penurunan intensitas hujan.

Sebagian besar wilayah Indonesia tercatat masih berada dalam masa peralihan musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, sehingga perlu menjadi perhatian dalam mendukung kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

“Berdasarkan analisis BMKG, potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI pada Rabu (11/3/2026).

Kondisi cuaca pada rentang 1–10 Maret diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemudian pada periode 11–20 Maret hingga 21–30 Maret, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan. Secara umum, selama periode Lebaran kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan hingga berpotensi hujan.

Lebih lanjut, pada April 2026 curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi sangat tinggi terutama di wilayah Papua Tengah. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara basah, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Sebagai langkah mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, BMKG juga menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak. Upaya ini diarahkan untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas transportasi, khususnya penyeberangan.

Di sisi layanan informasi, BMKG terus memperkuat sistem informasi cuaca terintegrasi bagi sektor transportasi darat, laut, dan udara. Platform tersebut antara lain Ina-SIAM untuk sektor penerbangan, InaWIS untuk sektor maritim, serta Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyediakan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini berbasis nowcasting di sepanjang jalur transportasi darat.

“Informasi BMKG dapat diakses melalui website, Instagram, YouTube, Facebook, X (Twitter), aplikasi InfoBMKG, SMS Blast, hingga tampilan informasi cuaca luar ruang dan layar Dynamic Message Sign (DMS) di jalan tol,” kata Faisal.

Selain fokus pada jalur transportasi, BMKG juga menyiapkan prakiraan cuaca khusus untuk beberapa destinasi wisata unggulan yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan kawasan Gunung Bromo.

Jaringan stasiun BMKG di daerah turut disiagakan agar layanan informasi cuaca dapat berlangsung terus-menerus, termasuk dukungan pengoperasian posko pusat dan daerah di pelabuhan utama, bandara, serta rest area jalan tol.

#mudik-lebaran #cek-cuaca #intensitas-hujan #bmkg-analisis #cuaca-lebaran #hujan-ringan #hujan-lebat #angin-kencang #transportasi-lebaran #cuaca-ekstrem #modifikasi-cuaca #prakiraan-cuaca #informasi-cu

https://hijau.bisnis.com/read/20260313/651/1960214/cek-cuaca-selama-mudik-lebaran-intensitas-hujan-menurun