Penerimaan Pajak Melonjak 30 Persen di Awal 2026, PPN Jadi Motor Utama

Penerimaan Pajak Melonjak 30 Persen di Awal 2026, PPN Jadi Motor Utama

Penerimaan pajak Indonesia melonjak 30,4% YOY hingga Februari 2026, mencapai Rp 245,1 triliun. PPN dan PPnBM jadi pendorong utama, indikasikan aktivitas ekonomi kuat.

(Kompas.com) 11/03/26 17:47 162155

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerimaan pajak Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada awal 2026.

Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak bersih mencapai Rp 245,1 triliun hingga akhir Februari 2026 atau tumbuh 30,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Realisasi tersebut setara dengan 10,4 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026.

KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan lonjakan penerimaan pajak terutama didorong oleh kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang meningkat tajam seiring tingginya aktivitas transaksi di perekonomian.

“Yang lebih notable lagi adalah PPN dan PPnBM yang tumbuhnya mencapai 97,4 persen. PPN dan PPnBM itu dibayar kalau ada transaksi,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Secara nominal, penerimaan dari PPN dan PPnBM mencapai Rp 85,9 triliun atau melonjak 97,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 44 persen.

Sementara itu, PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 meningkat 3,4 persen.

Adapun PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tumbuh 4,4 persen, sedangkan sumber penerimaan pajak lainnya naik 24,2 persen.

Secara bruto, total penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 336,9 triliun atau tumbuh 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi sektor, Suahasil menyebut terdapat empat sektor utama yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak.

KOMPAS/Supriyanto Ilustrasi pajak.

Sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan penerimaan Rp 100,1 triliun atau sekitar 28,7 persen dari total penerimaan pajak bruto.

Selanjutnya sektor perdagangan menyumbang Rp 83,2 triliun atau sekitar 24,7 persen dari total penerimaan pajak.

Kemudian sektor pertambangan memberikan penerimaan sebesar Rp 33,8 triliun atau sekitar 10 persen.

Sementara sektor keuangan dan asuransi menyumbang Rp 32,4 triliun atau sekitar 9,6 persen.

“Empat sektor ini memberikan kontribusi sekitar 74 persen terhadap penerimaan pajak bruto,” kata Suahasil.

Di sisi lain, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp 44,9 triliun atau sekitar 13,4 persen dari target tahun ini.

Namun, realisasi tersebut masih mengalami kontraksi 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#penerimaan-pajak #ppn-dan-ppnbm #apbn-2026 #sektor-industri-pengolahan

https://money.kompas.com/read/2026/03/11/174700626/penerimaan-pajak-melonjak-30-persen-di-awal-2026-ppn-jadi-motor-utama