Penyaluran Kredit BCA Rp948,95 Triliun per Januari 2026, Tumbuh 6,26%

Penyaluran Kredit BCA Rp948,95 Triliun per Januari 2026, Tumbuh 6,26%

BCA tercatat menyalurkan kredit senilai Rp948,95 triliun per Januari 2026, naik 6,26% YoY.

(Bisnis.Com) 05/03/26 16:05 156190

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatat penyaluran kreditbank only mencapai Rp948,95 triliun per Januari 2026, meningkat 6,26% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp893,02 triliun.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan bahwa perseroan menyalurkan kredit ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, sebagai salah satu upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Per Januari 2026, kredit BCA secara bank only tumbuh 6,3% YoY mencapai Rp949 triliun,” kata Hera kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).

Dari sisi segmen kredit, Hera mengungkapkan bahwa kredit usaha tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.

Sementara itu, penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga, pada periode yang sama.

Dalam penyaluran kredit, Hera memastikan bahwa BCA mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan berdasarkan aktivitas usaha debitur. “BCA menargetkan pertumbuhan total kredit sebesar 8%—10% pada 2026,” ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mengungkapkan kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh sebesar 9,96% YoY menjadi Rp8.557 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63% YoY.

Pertumbuhan kredit pada Januari 2026 lebih ditopang oleh kredit bank BUMN yang tumbuh 13,43% YoY. Pada saat yang sama, NPL gross meningkat dari 2,05% pada Desember 2025 menjadi 2,14% pada Januari 2026.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menyampaikan, pertumbuhan kredit yang tetap tinggi tetapi diiringi kenaikan NPL menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan perlu tetap diimbangi dengan manajemen risiko yang hati-hati agar kualitas aset perbankan tetap terjaga.

Ke depan, Rizal mengatakan bahwa tantangan bagi industri perbankan adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas aset.

“Sehingga pertumbuhan kredit tidak hanya tinggi secara nominal, tetapi juga sehat dan mampu mendukung pemulihan ekonomi yang lebih inklusif,” kata Rizal kepada Bisnis, Rabu (4/3/2026).

#kredit-bca #penyaluran-kredit #kredit-bank #pertumbuhan-kredit #kredit-usaha #kredit-perbankan #kredit-bank-bumn #npl-gross #manajemen-risiko #pertumbuhan-ekonomi #sektor-manufaktur #sektor-perdaganga

https://finansial.bisnis.com/read/20260305/90/1958075/penyaluran-kredit-bca-rp94895-triliun-per-januari-2026-tumbuh-626