World Obesity Federation: Lebih dari 220 Juta Anak Diprediksi Obesitas pada 2040

World Obesity Federation: Lebih dari 220 Juta Anak Diprediksi Obesitas pada 2040

Pada 2040, lebih dari 220 juta anak diprediksi obesitas. World Obesity Federation menyerukan kebijakan tegas untuk mencegah lonjakan ini.

(Bisnis.Com) 05/03/26 09:43 155709

Bisnis.com, JAKARTA — Laporan internasional terbaru memproyeksikan lonjakan signifikan angka obesitas anak dalam dua dekade ke depan. Tanpa langkah pencegahan yang serius dan menyeluruh, lebih dari 220 juta anak diperkirakan akan mengalami obesitas pada 2040.

Saat ini, pada 2025, sekitar 180 juta anak di dunia tercatat mengalami obesitas. Namun, proyeksi terbaru dari World Obesity Federation menunjukkan bahwa pada 2040 jumlah anak usia 5–19 tahun yang obesitas akan mencapai sekitar 227 juta, sementara lebih dari 500 juta lainnya masuk kategori kelebihan berat badan.

Dalam Atlas Obesitas Dunia 2026, federasi tersebut juga memperkirakan sedikitnya 120 juta anak usia sekolah akan mulai menunjukkan gejala awal penyakit kronis akibat indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi. Seseorang dikategorikan obesitas jika memiliki BMI 30 atau lebih, dan kelebihan berat badan jika BMI di atas 25.

Dilansir The Guardian, Kepala Eksekutif Federasi, Johanna Ralston, menilai peningkatan obesitas anak secara global mencerminkan kegagalan kolektif dalam menangani persoalan ini secara serius. Dia menegaskan tidak adil membiarkan satu generasi menghadapi risiko obesitas dan berbagai penyakit kronis, bahkan yang berpotensi mematikan, yang menyertainya.

Secara negara, Amerika Serikat mencatat sekitar 27 juta anak usia 5–19 tahun dengan BMI tinggi, berada di bawah China (62 juta) dan India (41 juta). Artinya, dua dari lima anak di AS tergolong obesitas atau kelebihan berat badan.

Di Indonesia, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada anak serta remaja usia 5–19 tahun juga meningkat tajam. Pada periode 2022–2025, angkanya mendekati 25%, atau melonjak tiga kali lipat dibandingkan dua dekade sebelumnya.

Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa pada 2040 sekitar 370.000 anak usia 5–19 tahun di Inggris akan menunjukkan gejala penyakit kardiovaskular, sementara 271.000 lainnya diprediksi mengalami tanda-tanda hipertensi.

Selain itu, terdapat ketimpangan regional yang mencolok. Ada 10 negara dengan lebih dari separuh anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan atau obesitas berada di kawasan Pasifik Barat dan Amerika. Sementara itu, laju pertumbuhan obesitas tercepat justru terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Federasi tersebut menyerukan intervensi kebijakan yang lebih tegas, mulai dari penerapan pajak gula, pembatasan iklan makanan cepat saji, hingga kebijakan yang mendorong anak-anak menjalani gaya hidup lebih aktif.

Temuan ini mendapat respons dari para pakar global. Kremlin Wickramasinghe, penasihat regional bidang nutrisi, aktivitas fisik, dan obesitas di World Health Organization wilayah Eropa, menyebut obesitas anak sebagai “kegagalan lingkungan”. Ia mendorong pembatasan pemasaran makanan kepada anak serta kewajiban pencantuman label gizi di bagian depan kemasan, bukan sekadar kebijakan sukarela.

Menurutnya, banyak pemerintah masih membiarkan industri makanan membidik anak-anak tanpa regulasi ketat. Padahal, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian politik untuk mengambil tindakan dan membatasi intervensi industri.

Sementara itu, Katharine Jenner, direktur eksekutif Aliansi Kesehatan Obesitas, menegaskan bahwa obesitas anak bukanlah kondisi yang tak dapat dicegah. Ia menilai proyeksi lonjakan kasus penyakit jantung dan hipertensi pada usia dini harus menjadi alarm keras atas konsekuensi jangka panjang dari kelambanan kebijakan pemerintah.

#obesitas-anak #obesitas-global #obesitas-2040 #obesitas-dunia #obesitas-anak-2040 #obesitas-anak-global #obesitas-anak-dunia #obesitas-anak-indonesia #obesitas-anak-amerika #obesitas-anak-china #obesi

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260305/106/1957694/world-obesity-federation-lebih-dari-220-juta-anak-diprediksi-obesitas-pada-2040