Bursa Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Tajam Usai Serangan Iran, Bagaimana Kawasan Lainnya?
Bursa Dubai dan Abu Dhabi anjlok hingga 4,7 persen usai dibuka kembali pasca serangan Iran. Kapitalisasi pasar sentuh 1,1 triliun dollar AS.
(Kompas.com) 04/03/26 15:41 154916
KOMPAS.com - Bursa saham Dubai dan Abu Dhabi anjlok pada Rabu (3/3/2026). Perdagangan kembali dibuka setelah penghentian selama dua hari akibat serangan rudal dan drone Iran ke kawasan Teluk.
Reuters melaporkan otoritas pasar modal Uni Emirat Arab menutup Abu Dhabi Securities Exchange dan Dubai Financial Market pada 2-3 Maret. Penutupan dilakukan untuk mencegah kepanikan pasar.
Langkah ini tergolong jarang terjadi. Bursa biasanya tutup saat hari libur resmi atau masa berkabung nasional.
Kapitalisasi pasar kedua bursa mencapai sekitar 1,1 triliun dollar AS. Penutupan sementara membekukan transaksi aset bernilai miliaran dollar AS.
Investor menunggu kepastian terkait skala kerusakan akibat serangan. Serangan menghantam bandara, pelabuhan, dan kawasan permukiman di kedua emirat.
Perdagangan dibuka kembali dan tekanan jual langsung muncul. Indeks utama Dubai, DFMGI, turun 4,7 persen. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Mei 2022.
Saham pengembang properti Emaar Properties turun 4,9 persen. Saham maskapai berbiaya rendah Air Arabia melemah 5 persen. Saham Emirates NBD turun 5 persen.
Indeks Abu Dhabi, FTFADGI, turun 3,6 persen. Penurunan ini juga menjadi yang terdalam sejak Mei 2022. Saham First Abu Dhabi Bank melemah 5 persen.
Sektor energi ikut tertekan. Saham Dana Gas dan TAQA masing-masing turun 5 persen. Saham Aldar Properties terkoreksi 5 persen.
Perusahaan energi ADNOC berada di bawah tekanan. Aksi jual terjadi di sektor energi secara bersamaan.
Kedua bursa menetapkan batas bawah harga sementara minus 5 persen untuk seluruh sekuritas. Kebijakan ini diterapkan untuk meredam gejolak pasar.
Abu Dhabi Securities Exchange meminta perusahaan tercatat mengevaluasi dampak finansial dan operasional akibat situasi geopolitik. Emiten diminta mengungkapkan informasi material yang memengaruhi keputusan investor.
Ahmad Assiri, ahli strategi riset Pepperstone, menilai penutupan bursa memberi sinyal regulator memprioritaskan stabilitas pasar dan proses penemuan harga yang tertib.
“Karena pasar Arab Saudi sudah lebih dulu menyerap guncangan awal, setelah sempat turun 5 persen pada Minggu lalu lalu pulih dan mencatat kenaikan pada Selasa, pembukaan kembali pasar Uni Emirat Arab diperkirakan akan mengikuti pola pemulihan tersebut sampai batas tertentu,” kata Assiri.
Pasar saham Arab Saudi mulai pulih. Indeks Tadawul All Share Index naik 0,6 persen dan melanjutkan penguatan sesi sebelumnya.
Kenaikan dipimpin saham Saudi Basic Industries Corp yang naik sekitar 3 persen. Perusahaan mencatat kerugian bersih besar pada 2025 akibat penurunan nilai aset dan pelepasan bisnis di Eropa serta Amerika.
Saham Jabal Omar Development melonjak lebih dari 8 persen setelah perusahaan melaporkan kenaikan laba tahunan.
Indeks Qatar QSI naik 0,3 persen. Saham Qatar Gas Transport menguat 1,8 persen. Saham Industries Qatar turun 1,3 persen setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara dan pengurangan produksi sejumlah produknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang