Trenggono: KNMP di NTT dan NTB dongkrak ekonomi Rp29,2 miliar/tahun

Trenggono: KNMP di NTT dan NTB dongkrak ekonomi Rp29,2 miliar/tahun

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memproyeksikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa ...

(Antara) 27/02/26 20:53 149988

Mestinya dua tahun yang akan datang sudah tidak ada lagi yang miskin

Lombok Timur, Nusa Tenggara Ba (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memproyeksikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga Rp29,2 miliar per tahun.

"Jadi harapan kita setelah (KNMP) meningkat produktivitasnya, itu otomatis kesejahteraan mereka (masyarakat nelayan) akan meningkat," kata Trenggono di sela meninjau KNMP Ekas Buana di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Trenggono mengaku telah melakukan peninjauan sejumlah lokasi KNMP di kawasan timur Indonesia.

Dalam rangkaian kunjungannya, Trenggono mendatangi KNMP Kabupaten Sikka, KNMP Desa Sulamu, KNMP Kamanlaputi di Sumba Timur, KNMP Warloka di NTT, serta Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di NTB.

"Itulah kenapa saya datang ke sini (Lombok Timur), saya melakukan peninjauan mulai dari Kupang, Sikka, Waingapu, lalu kemudian Sumba Timur, dan kemudian di sini," ujarnya.

Ia menegaskan peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan pembangunan berjalan optimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat nelayan.

Lebih lanjut dia menekankan, tujuan utama pembangunan KNMP adalah memerangi kemiskinan di desa-desa pesisir. Di Lombok Timur, khususnya Desa Ekas Buana, tingkat kemiskinan tercatat masih berada di angka 13 persen.

“Kepentingan apa? Memerangi kemiskinan tadi yang 13 persen. Mestinya dua tahun yang akan datang sudah tidak ada lagi yang miskin. Semuanya menjadi sejahtera,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto.

Menurut Trenggono, peningkatan produktivitas nelayan menjadi kunci. Dengan tersedianya sarana produksi dan infrastruktur pendukung, hasil tangkapan diharapkan meningkat signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat.

“Tujuannya sebenarnya agar masyarakat di Lombok Timur ini, di Ekas Buana, yang mayoritas nelayan, bisa meningkat produktivitasnya. Setelah meningkat, otomatis kesejahteraan mereka juga akan meningkat. Itulah kenapa saya datang ke sini,” katanya.

Program KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koperasi, kewirausahaan, hingga sertifikasi dan standardisasi usaha.

Melalui intervensi tersebut, setiap lokasi KNMP ditargetkan mampu meningkatkan produksi perikanan hingga 800 ton per tahun, menyerap sekitar 700 tenaga kerja, baik nelayan maupun non-nelayan, serta meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga Rp29,2 miliar per tahun sesuai desain program.

KKP membangun sebanyak 100 KNMP di seluruh Indonesia sejak akhir tahun 2025. Salah satu yang telah rampung secara fisik adalah KNMP Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Desa Ekas Buana dipilih karena memiliki potensi perikanan besar dengan komoditas utama tongkol, cakalang, kembung, dan udang. Dari total 1.226 kepala keluarga, sebanyak 854 berprofesi sebagai nelayan, dengan 396 unit kapal aktif beroperasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kedua kiri) meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto.

Beragam fasilitas telah dibangun untuk menunjang aktivitas perikanan, mulai dari gudang beku portable, pabrik es, shelter pendaratan ikan, docking kapal, bengkel nelayan, balai nelayan, hingga kios pemasaran ikan dan instalasi pengolahan air limbah.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan 10 unit mesin kapal, 1.620 alat tangkap ikan, satu mobil berpendingin, serta 50 unit cool box.

Selain pembangunan fisik, Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat kelembagaan pengelola melalui peningkatan kapasitas pengurus koperasi desa, pendampingan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kompetensi penyuluh perikanan.

Trenggono menegaskan, seluruh desa nelayan di NTB dan NTT berpeluang dibangun KNMP selama memenuhi kriteria sebagai desa nelayan.

"Selama dia desa nelayan, kita akan bangun. Kita harus ciptakan semua potensi ekonomi yang ada di sini,” ujarnya.

Dengan penguatan rantai pasok, penerapan sistem rantai dingin, serta peningkatan daya saing produk perikanan hingga pasar regional dan global, pemerintah berharap KNMP tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, melainkan motor penggerak transformasi ekonomi pesisir di Indonesia timur.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) berdialog dengan nelayan di sela meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#menteri-trenggono #sakti-wahyu-trenggono #geram #infrastruktur #ekas-buana #knmp

https://www.antaranews.com/berita/5442522/trenggono-knmp-di-ntt-dan-ntb-dongkrak-ekonomi-rp292-miliar-tahun