Buruh Ungkap Ancaman PHK di Balik Rencana Agrinas Impor Pikap

Buruh Ungkap Ancaman PHK di Balik Rencana Agrinas Impor Pikap

Buruh KSPI menolak rencana impor 105.000 pikap dari India oleh Agrinas, khawatir ancam PHK dan usul produksi lokal untuk serap tenaga kerja.

(Bisnis.Com) 24/02/26 17:35 145971

Bisnis.com, JAKARTA — Buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India.

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan bahwa KSPI telah mendapat laporan dari serikat pekerja anggota di berbagai perusahan otomotif seperti Hino, Isuzu, Toyota, Daihatsu, hingga Suzuki terkait potensi PHK dari rencana impor mobil pikap untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih ini.

“Karena kebijakan pemerintah dalam hal ini Koperasi Desa Merah Putih akan mengimpor 105.000 pikap dari India membuat output produksi di perusahaan-perusahaan ini menjadi berkurang,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/2/2026).

Dia lantas mempertanyakan rasionalitas di balik rencana tersebut, mengingat sektor padat karya di Tanah Air juga mengalami gelombang PHK dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Said, alih-alih melakukan impor, pemerintah dapat membuka serapan kerja hingga puluhan ribu orang dalam setahun apabila pengerjaan 105.000 unit mobil pikap itu dilakukan oleh perusahaan yang telah ada di Indonesia.

Oleh karena itu, KSPI mendesak agar rencana impor mobil itu disetop. Hal ini disebutnya sebagai langkah untuk melindungi industri dalam negeri hingga menghindari potensi korupsi.

“Kalau dikasih ke produsen dalam negeri 105.000 mobil pikap itu, maka akan menyerap tenaga kerja puluhan ribu minimal 1 tahun. Belum lagi nanti kan suku cadangnya diproduksi, untuk maintenance, perawatan mobil itu. Maka akan panjang penyerapan tenaga kerjanya,” ujar Said.

Sebelumnya, Agrinas Pangan berencana mengimpor 105.000 unit pikap asal India dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun. Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.

Rencana tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan DPR RI, terutama di tengah tekanan terhadap industri otomotif nasional sepanjang 2025.

Menanggapi kritik ini, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan akan mengikuti arahan dan instruksi jika memang impor pikap dari India harus ditunda.

"Kami akan ikuti, manut saja. Apa pun keputusannya, kami yang penting bekerja saja untuk negeri dan masyarakat," ujar Joao dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

#phk-buruh #impor-pikap #ancaman-phk #kspi-impor #mobil-pikap-india #serikat-pekerja #industri-otomotif #impor-mobil-pikap #koperasi-desa-merah-putih #produksi-dalam-negeri #serapan-tenaga-kerja #indus

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260224/12/1955289/buruh-ungkap-ancaman-phk-di-balik-rencana-agrinas-impor-pikap