PDAM Aceh Tamiang bentuk tim percepatan pemulihan jaringan air
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang, Aceh Tamiang, Aceh, membentuk tim percepatan pemulihan jaringan transmisi air untuk memperbaiki jaringan ...
(Antara) 21/02/26 00:23 142694
Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang, Aceh Tamiang, Aceh, membentuk tim percepatan pemulihan jaringan transmisi air untuk memperbaiki jaringan yang terganggu pascabencana banjir bandang.
“Kami membentuk yang namanya tim percepatan pemulihan jaringan transmisi,” ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang Juanda ketika ditemui di Kantor PDAM Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.
Tim tersebut ditugaskan untuk turun ke lapangan dan membenahi laporan-laporan pelanggan, walaupun laporan pada bulan-bulan sebelumnya pascabencana, yakni Desember dan Januari, belum tertangani.
Juanda mengumpulkan sekitar 65 orang karyawan untuk bekerja di lapangan, yang kemudian dibagi berdasarkan zona-zona prioritas.
Lebih lanjut, untuk melayani pelanggan yang terdampak oleh kerusakan jaringan air, PDAM pun menghadirkan layanan untuk masyarakat sesuai dengan permintaan masing-masing. Layanan tersebut bernama one day service atau respons cepat PDAM.
“Itu kami prioritaskan bagi pelanggan dari masyarakat atau komunitas. Nggak bayar, kami antar. Tetapi prioritasnya yang ramai,” ucap Juanda.
Adapun komunitas yang ia maksud meliputi masyarakat yang menempati hunian sementara (huntara), posko-posko pengungsian, hingga masjid.
Layanan tersebut tidak terjadwal dan tergantung dengan permintaan yang masuk dari pelanggan.
Dalam kesempatan tersebut, Juanda menyampaikan telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang ihwal kebutuhan PDAM dalam menjamin ketersediaan air bersih.
Kebutuhan yang ia sampaikan meliputi permintaan bahan kimia dengan rincian 120 ton tawas dan 16,8 ton kaporit untuk menjernihkan air selama 4 bulan ke depan.
Saat ini, air sungai berada di kategori yang sangat keruh, padahal air sungai merupakan bahan baku air jernih yang diolah oleh PDAM.
“Jika tidak ada tawas, maka tidak berproduksi kita. Karena bahan bakunya, air sungai itu, memang luar biasa keruh akibat banjir,” kata Juanda.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkit permasalahan kualitas air yang dialami oleh pengungsi di daerah terdampak banjir bandang Aceh Tamiang, serta memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI untuk membersihkan kuala.
“Air minum mungkin juga di beberapa tempat ada masalah, dan juga pemberhentian sungai,” ujar Tito ketika memberi sambutan dalam acara buka puasa bersama masyarakat Aceh Tamiang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.
Tito meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI untuk membersihkan kuala atau muara sungai, termasuk membersihkan lumpur-lumpur yang masih menumpuk di kawasan tersebut.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#bangkit-sumatera #pemulihan-bencana-aceh #rehabilitasi-aceh #aceh-tamiang #air-bersih #pdam