Pemerintah Ingin Gandeng Travel hingga Garuda (GIAA) Tingkatkan Turis Timteng

Pemerintah Ingin Gandeng Travel hingga Garuda (GIAA) Tingkatkan Turis Timteng

Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan wisatawan Timur Tengah dengan melibatkan travel haji-umroh dan Garuda Indonesia, serta memaksimalkan promosi pariwisata.

(Bisnis.Com) 14/02/26 03:08 136925

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah ingin membuat ekosistem ekonomi haji dengan salah satunya meningkatkan kunjungan wisatawan asing dari Timur Tengah ke Indonesia.

Pembangunan ekosistem ekonomi haji itu akan dikoordinasikan di bawah Kemenko Perekonomian sebagaimana keinginan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut ekosistem itu bertujuan agar perputaran uang terkait dengan haji tidak hanya banyak keluar ke Arab Saudi.

Salah satu sektor yang akan masuk ke dalam ekosistem itu adalah pariwisata. Caranya adalah dengan melibatkan usaha jasa perjalanan (travel) haji dan umroh untuk juga menyiapkan paket perjalanan ke Indonesia.

Dahnil menyebut selama ini jumlah wisatawan Timur Tengah ke Indonesia sekitar 33.000 orang per tahun, sedangkan sebaliknya bisa mencapai 3 juta orang. Pemerintah disebut menginginkan agar jumlah itu bertambah.

"Pihak travel yang selama ini jualannya paket wisata, atau paket umroh [dari] Indonesia, harusnya mereka juga jualan paket wisata ke Indonesia kira-kira," ujarnya usai bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip Sabtu (41/2/2026).

Selain dari jasa travel, dia menyebut Kementerian Pariwisata diharapkan bisa secara maksimal mempromosikan wisata ke Indonesia di Timur Tengah. Nantinya, upaya yang akan turut dilakukan yakni dengan memaksimalkan maskapai penerbangan nasional yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

"Supaya wisatawan Timur Tengah banyak ke sini, juga melalui maksimalisasi national flight kita Garuda. Supaya Garuda buka paket-paket murah misalnya, atau paket-paket wisata, atau tujuan-tujuan ke daerah-daerah di Indonesia," lanjut Dahnil.

Di luar itu, sektor perdagangan turut dilibatkan untuk membangun ekosistem tersebut. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Arab Saudi. Tujuannya, agar uang yang dikeluarkan jamaah haji di sana digunakan dengan rupiah.

Prabowo disebut menginginkan agar perputaran uang jamaah haji seimbang antara uang masuk dan keluar. "Jadi yang cash outflow itu 50%, cash inflow-nya bisa 50%," lanjut politisi Partai Gerindra itu.

Di sisi lain, ekosistem ekonomi haji itu juga mencakup pusat logistik berupa kawasan berikat bagi eksportir ke Arab Saudi. Keinginan ini, terang Dahnil, dilatarbelakangi oleh besarnya perputaran uang jamaah haji setiap tahunnya yakni sekitar Rp40 triliun. Namun demikian, sebagian besarnya justru keluar (cash outflow) bukan masuk ke Tanah Air.

"Perputaran di perhajian itu setiap tahunnya Rp40 triliun-an. Jumlahnya itu 80% itu cash outflow. Nah, itulah perintah Presiden harus dikurangi cash outflow-nya," terangnya.

#travel-haji #travel-umroh #wisatawan-timur-tengah #ekosistem-ekonomi-haji #kunjungan-wisatawan-asing #pariwisata-indonesia #paket-perjalanan-indonesia #garuda-indonesia #maskapai-penerbangan-nasional #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260214/9/1952581/pemerintah-ingin-gandeng-travel-hingga-garuda-giaa-tingkatkan-turis-timteng