Pos Indonesia Efiensi Operasional Pakai AI di Tengah Wacana Holding Logistik
Pos Indonesia memanfaatkan AI dan konsolidasi logistik untuk meningkatkan efisiensi dan skala bisnis, menjaga relevansi di industri logistik yang dinamis.
(Bisnis.Com) 12/02/26 19:35 135022
Bisnis.com, Jakarta — PT Pos Indonesia (Persero) memaparkan arah strategi transformasi perusahaan yang berpijak pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan konsolidasi logistik nasional.
Manajemen Pos Indonesia menyampaikan bahwa dua kunci utama ini ditujukan untuk menjaga relevansi perusahaan di tengah dinamika industri logistik. Fokus juga diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan skala bisnis.
Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia Prasabri Pesti menyampaikan transformasi digital berbasis AI menjadi bagian dari strategi menyeluruh perusahaan. Artinya, teknologi tersebut tidak ditempatkan sebagai proyek terpisah, melainkan sebagai fondasi pengembangan bisnis perusahaan ke depannya.
“Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat,” kata Prasabri dikutip dari siaran pers dalam acara Indonesia AI Day for Supply Chain Industry di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Selain aspek teknologi, Prasabri menyoroti pentingnya konsolidasi bisnis sebagai pilar kedua transformasi. Dia menjelaskan karakteristik dasar industri logistik yang sangat bergantung pada volume barang dan skala ekonomi untuk mencapai efisiensi operasional.
Menurut Prasabri, penggabungan kekuatan logistik nasional akan berdampak signifikan terhadap struktur biaya dan operasional perusahaan. Skala yang lebih besar memungkinkan perusahaan beroperasi dengan lebih efisien.
"Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," ujarnya.
Strategi konsolidasi yang dipaparkan tersebut merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah Danantara.
Sebagai informasi, Danantara Indonesia menargetkan konsolidasi seluruh entitas BUMN di sektor logistik rampung pada akhir 2026. Dalam skema tersebut, PT Pos Indonesia ditunjuk sebagai entitas induk yang akan mengoordinasikan seluruh lini usaha logistik milik negara.
Prasabri menambahkan bahwa pencapaian skala bisnis yang masif bukan hanya soal efisiensi pasar domestik. Skala ekonomi yang besar menjadi modal krusial bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi ke panggung internasional dan bermitra dengan pemain logistik kelas dunia.
“Skala yang besar adalah modal kita untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional,” tuturnya.
#pos-indonesia #kecerdasan-artifisial #transformasi-digital #logistik-nasional #efisiensi-operasional #skala-bisnis #industri-logistik #teknologi-ai #konsolidasi-bisnis #holding-logistik #danantara-ind