BIM Segera Bangun Pilot Project Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Mamuju
BIM akan membangun proyek hilirisasi logam tanah jarang di Mamuju untuk mengembangkan teknologi dan menarik investor asing, sambil menunggu izin dari ESDM.
(Bisnis.Com) 09/02/26 21:17 131144
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Industri Mineral (BIM) berencana membangun industri hilirisasi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat.
Pada tahap awal, proyek percontohan (pilot project) tersebut akan difokuskan pada pengembangan teknologi. Kepala BIM Brian Yuliarto menuturkan, proyek itu akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat akan kami lakukan pilot teknologi hilirisasi rare earth di Mamuju. Pada tahap ini kami akan membangun dua industri downstreaming sebagai proyek percontohan,” ujar Brian dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (9/2/2026).
Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sambil menunggu persetujuan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Brian menyebut, BIM merekomendasikan agar IUP tersebut diberikan kepada PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) mitra.
“Konteksnya adalah riset sambil menunggu proses administrasi dan rekomendasi yang kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk penerbitan IUP yang kami rekomendasikan kepada Perminas,” tuturnya.
Menurut Brian, proyek di Mamuju juga ditujukan sebagai pembuktian kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjadi pemain strategis dalam industri pengolahan LTJ. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menarik minat investor asing untuk masuk ke Indonesia.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa menjadi pemain strategis dalam REE, sehingga diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi negara lain untuk masuk dan mendirikan industri downstreaming REE di Indonesia,” ujarnya.
LTJ merupakan sekelompok 17 unsur kimia yang memiliki sifat unik dan sangat penting bagi berbagai teknologi modern, termasuk perangkat elektronik, kendaraan listrik, serta teknologi pertahanan.
Berdasarkan catatan BIM, terdapat tiga wilayah dengan potensi LTJ terbesar di Indonesia, yakni Bangka Belitung, Mamuju, dan wilayah Sulawesi. Brian menilai, LTJ saat ini menjadi mineral yang menjanjikan dan berpotensi meningkatkan pendapatan negara.
Lebih lanjut, Brian mengungkapkan bahwa pihaknya menghadapi kesulitan dalam mencari mitra teknologi dari luar negeri untuk pengembangan LTJ. Dia mengaku telah mengunjungi sejumlah negara yang memiliki teknologi pengolahan LTJ, namun belum membuahkan hasil.
Menurutnya, banyak negara cenderung menutup diri dalam kerja sama teknologi dan hanya berminat membeli LTJ dalam bentuk bahan mentah.
“Kami sudah menemui beberapa negara untuk membicarakan kemungkinan pengembangan bersama industri downstreaming logam tanah jarang ini. Hampir semua negara menutup diri, mereka hanya mau membeli bahan mentah,” kata Brian.
Meski demikian, Brian menyampaikan bahwa BIM saat ini telah melakukan pendataan riset dan pengembangan di dalam negeri. Namun, penelitian tersebut masih berada pada tahap awal, yakni pemisahan mineral menjadi mixed rare earth oxide.
Dia juga mengungkapkan telah berupaya menggaet sejumlah negara sebagai offtaker, meskipun hingga kini masih terdapat pembatasan dari pihak calon mitra.
Brian menuturkan, BIM telah menghitung potensi LTJ yang dimiliki Indonesia. Selanjutnya, pihaknya juga akan menentukan porsi LTJ yang dapat diekspor dan yang wajib diolah di dalam negeri. Namun, data tersebut belum dapat disampaikan secara rinci.
“Ini adalah masa yang sensitif. Kami juga telah melaporkan kepada Bapak Presiden terkait inventori LTJ yang dimiliki Indonesia, namun untuk sementara belum kami buka karena kondisi geopolitik dan sosial politik global yang sangat dinamis. Data tersebut akan disampaikan pada waktu yang tepat,” jelas Brian.
#pilot-project-mamuju #hilirisasi-logam-tanah-jarang #rare-earth-elements-indonesia #bim-industri-hilirisasi #teknologi-pengolahan-ltj #izin-usaha-pertambangan #perminas-bumn-mitra #investor-asing-indo