Harga Cabai Rawit Rp 80.000 Per Kilogram, Wamendag: Faktor Cuaca
Harga cabai rawit di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, meroket hingga Rp 80.000 per kilogram pada Senin (9/2/2026).
(Kompas.com) 09/02/26 11:48 130292
JAKARTA, KOMPAS.com - Harga cabai rawit di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, meroket hingga Rp 80.000 per kilogram pada Senin (9/2/2026).
Kenaikan harga bumbu dapur itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri usai meninjau kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok.
“Yang rawit ini lagi naik, harganya lagi naik,” kata Roro di Pasar Cisalak.
Menurut Roro, kenaikan cabai rawit itu dipicu cuaca yang tidak bersahabat sehingga membuat rantai suplai tertekan.
Ia mengaku memahami persoalan itu karena pasokan cabai rawit di Pasar Cisalak berasal dari Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Di sisi lain, dalam kunjungannya di banyak wilayah pihaknya mendapati harga cabai rawit juga sedang tinggi karena faktor cuaca.
“Itu memang faktor cuaca mempengaruhi juga suplai, karena saya tahu kalau dari Pasar Cisalak ini kan dapatnya dari Kramat Jati ya,” ujar Roro.
Selain cabai, Roro juga mendapati harga telur ayam ras naik dari Rp dari Rp 30.000 menjadi Rp 31.0000 dan daging ayam Rp 35.000 menjadi Rp 40.000.
Kenaikan harga pangan itu, kata Roro, turut dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat pada menjelang hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kalau makanan perlu banyak berarti bahan pokoknya juga kebutuhannya akan semakin meningkat, kan gitu ya,” ujar Roro.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut belum terlalu tinggi. HAP telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram. Sementara, daging ayam Rp 40.000 per kilogram.
Meski demikian, Roro menyatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal menelusuri penyebab kenaikan harga pangan tersebut.
“Kami akan telusuri juga inti masalahnya agar kemudian semuanya sesuai dengan harga acuan yang berlaku begitu,” tutur Roro.
“Kami bersyukurnya itu dia walaupun naik, dia naiknya nggak terlalu tinggi dibandingkan misalnya yang tadi yang cabai itu ya,” tambahnya.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Cisalak, Sri Pangasih menyebut kenaikan harga cabai rawit meningkat hingga dua kali lipat.
Sekitar dua pekan lalu, kata dia, harga cabai rawit sekitar Rp 40.000 per kilogram. Namun, saat ini sudah Rp 80.000 per kilogram.
“Rawit merah lagi yang bagus 85, kalau yang sedang 80. Sebelumnya ya paling 40,” ujar Sri.
Menurut Sri, tidak hanya harga cabai rawit yang melonjak. Sayuran seperti terong naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram dan kacang panjang dari Rp 12.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram.
Sejumlah sayuran itu naik karena banyak produk pertanian diserap langsung dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga pasokan ke pasar berkurang.
“Tinggi semua. Kalau katanya gini Mas, ini karena ada MBG itu kan pakainya banyak. Itu, gara-garanya itu jadi naik terus sayuran. Pasokannya kan kurang, dia langsung ke ininya, ke petaninya sendiri,” kata Sri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#cabai-rawit #harga-cabai-naik #cabai-mahal #wamendag #rawit