Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Februari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Februari 2026

IHSG berisiko melanjutkan koreksi ke area 7.712–7.785 pada perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026) seiring tekanan global dan sentimen domestik.

(Bisnis.Com) 09/02/26 05:35 129932

Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan koreksi menuju area 7.712–7.785 pada perdagangan awal pekan, Senin (9/2/2026), setelah kembali ditutup di zona merah pada akhir pekan lalu. Meski demikian, sejumlah saham masih dapat dicermati investor.

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG ditutup anjlok 2,08% ke level 7.935 pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Tekanan jual masih mendominasi dan seluruh area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

“Cermati area koreksi selanjutnya yang berada di 7.712–7.785. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas 7.712 sebagai level support, indeks berpeluang menguat ke rentang 8.284–8.440,” tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Senin (9/2/2026).

Untuk perdagangan hari ini, support IHSG diperkirakan berada di level 7.712 dan 7.547, sementara resistansi berada di kisaran 8.214 dan 8.354. Adapun saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas antara lain AMRT, AUTO, INDF, dan NCKL.

Sementara itu, tekanan terhadap pasar keuangan domestik diperkirakan masih berlanjut dalam sepekan ke depan seiring tingginya ketidakpastian global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak melemah menuju level 7.750.

“Pelemahan ini tak lepas dari sentimen global yang masih rapuh,” ujar Ibrahim, Minggu (8/2/2026).

Sebagai catatan, IHSG melemah pada akhir pekan lalu setelah Moody’s memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup terkoreksi 2,08% atau turun 168,61 poin ke level 7.935,26 pada Jumat (6/2/2026).

Ibrahim menjelaskan, salah satu pemicu volatilitas pasar adalah penundaan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat hingga 11 Februari 2026. Data tersebut dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan moneter The Federal Reserve, apakah akan menurunkan atau mempertahankan suku bunga acuannya.

“Di sisi lain, Bank of England dan Bank Sentral Eropa juga masih memilih menahan suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda setelah pertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran terkait isu reaktor nuklir. Sementara itu, di Eropa, Presiden AS Donald Trump mendesak tercapainya perdamaian antara Rusia dan Ukraina pada periode Mei–Juni mendatang.

“Namun, sentimen pasar kembali terganggu oleh tudingan Amerika Serikat terhadap China yang disebut melakukan uji coba nuklir secara diam-diam, meski tuduhan tersebut telah dibantah,” kata Ibrahim.

Sentimen MSCI dan Penurunan Rating

Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG turut diperparah oleh isu pembekuan indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta penurunan peringkat Indonesia dari sejumlah lembaga internasional yang memicu arus keluar dana asing.

Padahal, ekonomi Indonesia pada 2025 mampu tumbuh sebesar 5,11%. Namun, menurut Ibrahim, pertumbuhan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang stabilitas pasar keuangan.

“Pertumbuhan itu belum sepenuhnya tercermin pada persepsi risiko pasar,” ungkapnya.

Selain itu, sentimen fiskal turut menjadi sorotan setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menilai defisit fiskal Indonesia berpotensi membahayakan. Pernyataan tersebut menuai penolakan dari sejumlah pejabat, yang justru dinilai pasar mencerminkan belum solidnya komunikasi kebijakan fiskal pemerintah.

“Sentimen ini membuat pelaku pasar semakin pesimistis dan berpotensi mendorong tekanan lanjutan pada IHSG serta rupiah hingga mendekati level Rp17.200 per dolar AS,” tandasnya.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-hari-ini #pergerakan-ihsg #rekomendasi-saham #saham-mnc-sekuritas #saham-amrt #saham-auto #saham-indf #saham-nckl #koreksi-ihsg #support-ihsg #resistansi-ihsg #sentimen-global #moody-039-s-indon

https://market.bisnis.com/read/20260209/189/1951148/rekomendasi-saham-dan-pergerakan-ihsg-hari-ini-senin-9-februari-2026