Garut Angkat Tangan soal Jalan Rusak, Minta Campur Tangan Pemerintah Pusat

Garut Angkat Tangan soal Jalan Rusak, Minta Campur Tangan Pemerintah Pusat

Pemkab Garut minta bantuan pusat atasi jalan rusak yang hambat ekonomi. Dukungan Kementerian PU diperlukan untuk perbaikan infrastruktur strategis.

(Bisnis.Com) 05/02/26 13:15 126696

Bisnis.com, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut secara terbuka mengakui keterbatasan fiskal dan kapasitas daerah dalam menangani kerusakan jalan strategis. Kondisi tersebut mendorong Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang dinilai krusial bagi perekonomian masyarakat.

Syakur menyebutkan, langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan itu, Pemkab Garut menyampaikan usulan perbaikan jalan yang selama ini menjadi penghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antarwilayah sentra produksi.

Ia menegaskan persoalan infrastruktur jalan tidak lagi bisa ditangani secara parsial oleh pemerintah daerah. Beban kerusakan yang luas, ditambah keterbatasan anggaran daerah, membuat Garut harus meminta intervensi pusat agar pembangunan jalan strategis tetap berjalan.

“Kalau hanya mengandalkan kemampuan daerah, perbaikannya akan sangat lambat. Padahal, jalan ini menyangkut langsung pergerakan ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil,” ujar Syakur, Kamis (5/2/2026).

Ia menyampaikan banyak ruas jalan kabupaten memiliki fungsi strategis sebagai jalur distribusi hasil bumi dari kawasan pertanian ke pasar-pasar utama. Namun, kondisi jalan yang belum memadai menyebabkan biaya logistik tinggi dan menekan pendapatan petani.

Menurut Syakur, pembenahan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat dipandang sebagai solusi realistis di tengah keterbatasan daerah.

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga Kementerian PU Hendro Satrio menyatakan bahwa usulan yang disampaikan sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Menurut Hendro, pembangunan dan preservasi jalan daerah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah pusat meningkatkan konektivitas wilayah dan menekan kesenjangan antar daerah. Garut dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pertanian, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Kami mendorong agar seluruh usulan jalan daerah dari Kabupaten Garut dapat segera dilengkapi dan dimasukkan ke dalam sistem perencanaan nasional. Jika persyaratan teknis terpenuhi, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Hendro.

Ia menjelaskan, pengusulan perbaikan jalan daerah dilakukan melalui aplikasi Sinergitas Transparansi Integrasi Akuntabel (SiTIA), yang menjadi pintu masuk sinkronisasi program pusat dan daerah. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah pusat dapat memverifikasi kelayakan teknis sekaligus menentukan prioritas penanganan.

Hendro berharap koridor jalan yang diusulkan sudah memiliki kesepakatan prioritas antara pemerintah daerah dan pusat, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

#garut-jalan-rusak #pemerintah-pusat #perbaikan-jalan-garut #bupati-garut #dukungan-kementerian-pu #infrastruktur-jalan #konektivitas-wilayah #distribusi-hasil-pertanian #anggaran-daerah-terbatas #pemb

https://bandung.bisnis.com/read/20260205/549/1950391/garut-angkat-tangan-soal-jalan-rusak-minta-campur-tangan-pemerintah-pusat