BEI Bidik Emiten Big Caps BREN, TPIA Cs Jadi Pilot Project Kenaikan Free Float 15%

BEI Bidik Emiten Big Caps BREN, TPIA Cs Jadi Pilot Project Kenaikan Free Float 15%

BEI akan menyiapkan sejumlah emiten berkapitalisasi besar sebagai pilot project penyesuaian free float saham menjadi 15%.

(Bisnis.Com) 04/02/26 20:07 125959

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas bursa memberikan waktu tiga tahun untuk implementasi penyesuaian free floatsecara bertahap dari 7,5% menjadi 15%. Pasalnya, saat ini masih ada lebih dari 200 emiten tercatat di bursa yang masih memiliki free float di bawah 15%.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penyesuaian free float tersebut akan memprioritaskan saham berkapitalisasi pasar terbesar. Bila mengacu hal ini dan membandingkannya dengan kapitalisasi pasar milik emiten dengan free float di bawah 15%, BREN dan TPIA masuk kriteria.

Sesuai regulasi yang berlaku sekarang, definisi saham free float adalah saham yang dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5% dari seluruh saham tercatat, bukan dimiliki oleh pengendali dan afiliasi dari perusahaan, bukan dimiliki oleh anggota dewan komisaris atau anggota direksi, dan bukan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan (buyback).

Berdasarkan data Bloomberg Terminal, sampai Senin 2 Februari 2026 masih terdapat 248 emiten tercatat yang memiliki free float di bawah 15%. Bila menyortirnya dari emiten dengan market cap terbesar, di urutan pertama ada PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang punya free float 12,29%.

Selanjutnya, ada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan free float 10,67%. Pada posisi ketiga, ada PT Bank Permata Tbk. (BNLI) dengan free float 10,87%, diikuti PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang baru memiliki free float 9,97%.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa berdasarkan data BEI, saat ini ada 267 emiten yang masih memiliki free float di bawah 15%. Dari jumlah tersebut, 49 di antaranya berkontribusi atas 90% terhadap total kapitalisasi pasar 267 emiten. Mereka ini yang akan menjadi sasaran awal implementasi free float secara bertahap.

"Jadi kita coba sasar dulu yang 49 ini, walaupun seluruhnya 267 harus memenuhi. Tapi kalau kita lihat lagi, 49 saja, ini sudah merepresentasikan 90% dari market cap-nya mereka yang belum memenuhi. Jadi kita prioritaskan dulu yang ini, yang 49 ini," kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Nyoman berharap keberhasilan penyesuaian free float tahap awal oleh 49 emiten ini akan menjadi pilot project atau referensi untuk memulai peningkatan free float ratusan emiten lainnya.

"Tentunya kami di Bursa dan OJK men-support rencana-rencana mereka [emiten] dan kita akan upayakan yang terbaik, termasuk mapping tindakan korporasi apa yang mereka dapat lakukan," tandasnya.

Adapun, hasil revisi regulasi yang mengatur ketentuan free float dari sekarang yang berlaku 7,5% ditargetkan selesai pada Maret 2026. Sedangkan, implementasinya akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Berikut adalah 10 saham emiten berkapitalisasi pasar terbesar yang memiliki free float di bawah 15% per 2 Februari 2025:

No.Kode SahamFree Float (%)Market Cap (Rp)
1BREN12,291.113.770.281.500.000
2TPIA10,67510.418.116.090.000
3BNLI10,87144.725.438.080.000
4CDIA9,97124.829.374.700.000
5MPRO11,16109.367.500.000.000
6BRIS9,89103.790.835.310.500
7HMSP7,5694.217.642.289.000
8ADMR11,9675.632.313.275.000
9PGUN7,6248.197.930.608.800
10PGEO10,9046.833.655.003.520

#bursa-efek-indonesia #free-float-saham #emiten-kapitalisasi-besar #bren #tpia #saham-big-caps #pilot-project-free-float #penyesuaian-free-float #saham-berkapitalisasi-pasar #regulasi-free-float #marke

https://market.bisnis.com/read/20260204/7/1950180/bei-bidik-emiten-big-caps-bren-tpia-cs-jadi-pilot-project-kenaikan-free-float-15