Setahun Program Listrik Masuk Desa, Pemerataan Energi Kian Nyata

Setahun Program Listrik Masuk Desa, Pemerataan Energi Kian Nyata

Program Listrik Desa dan BPBL mempercepat pemerataan energi di Indonesia, menjangkau 10.068 lokasi dan meningkatkan taraf hidup 1,2 juta pelanggan baru

(Bisnis.Com) 22/10/25 18:07 12571

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mempercepat pemerataan energi melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Kedua program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, program Listrik Desa kini telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Adapun realisasi BPBL periode 2024 telah diterima 155.429 rumah tangga, sedangkan untuk periode Januari–September 2025 sebanyak 135.482 rumah tangga telah terpasang dari target 215.000 rumah hingga akhir 2025.

Program ini tidak hanya membuka akses energi, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Bahlil menyampaikan, rasio elektrifikasi nasional kini mencapai 99,1 persen. Sebagian kecil wilayah yang belum terjangkau listrik merupakan daerah dengan kondisi geografis menantang seperti pulau-pulau kecil dan pedalaman. Untuk menjangkau daerah tersebut, Kementerian ESDM mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang berpotensi besar di tingkat lokal.

“Perubahan arah kebijakan juga mencakup transformasi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” kata Bahlil.

Selain meningkatkan akses listrik, pembangunan infrastruktur energi turut membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor energi terbarukan dan industri penunjang. Pemerintah juga mendorong sinergi dengan koperasi desa agar proyek energi di tingkat lokal dapat memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” tegas Bahlil.

Cerita manfaat program ini datang dari masyarakat. Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengaku kehidupannya kini lebih produktif sejak rumahnya mendapat sambungan listrik dari BPBL.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ujarnya.

Di wilayah timur Indonesia, warga Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak, Papua Barat, kini menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi.

“Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu. Saat saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar, itu pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita,” ungkap Elias Inyomusi.

Pemerintah menargetkan seluruh wilayah Indonesia akan terang sepenuhnya pada 2030. Program elektrifikasi nasional ini diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan energi menuju pembangunan berkelanjutan.***

#listrik-desa #pemerataan-energi #akses-energi #pertumbuhan-ekonomi #desa-terpencil #cahaya-listrik #taraf-hidup #rasio-elektrifikasi #energi-terbarukan #pembangunan-berkelanjutan #infrastruktur-energi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251022/44/1922575/setahun-program-listrik-masuk-desa-pemerataan-energi-kian-nyata