IHSG Hari Ini (30/1) Dibuka Naik ke 8.306 Saat Dirut BEI Mundur

IHSG Hari Ini (30/1) Dibuka Naik ke 8.306 Saat Dirut BEI Mundur

IHSG naik 0,91% ke 8.306,86 saat Dirut BEI mundur. Saham big caps seperti DSSA dan TLKM menguat, sementara pasar dibayangi aksi jual asing.

(Bisnis.Com) 30/01/26 09:29 119424

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 8.306,86 pada Jumat (30/1/2026). Kenaikan ini seturut dengan menguatnya sejumlah saham big caps, seperti DSSA, TLKM, hingga BMRI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,91% atau 74,66 poin ke level 8.306,86 hingga pukul 09.03 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.280,77 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.333,04.

Tercatat, sebanyak 433 saham menguat, lalu 110 saham terkoreksi, dan 141 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp15.060,01 triliun.

Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar 5,32% ke Rp99.000 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tumbuh 3,77% ke Rp3.580 per saham.

Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat 3,23% menuju level Rp1.920 per saham dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat kenaikan sebesar 2,16% menjadi Rp4.730 per saham.

Sebaliknya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah sebesar 0,79% menjadi Rp6.250 per saham, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi sebesar 0,58% menuju level Rp8.625 per saham.

Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang melesat 29,55% ke Rp114 dan saham PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP) terapresiasi 22,58% ke Rp152 per saham.

Di sisi lain, saham top losers dihuni oleh saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO) yang turun 14,97% menjadi Rp318 dan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) terkoreksi 14,93% ke Rp1.452 per saham.

Ajaib Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dalam rentang 8.200 hingga 8.400 pada hari ini. Pergerakan indeks dibayangi tekanan jual investor asing meskipun sempat menunjukkan upaya rebound pada sesi sebelumnya.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menjelaskan pada perdagangan Kamis (29/1), IHSG ditutup melemah 1,06% atau turun 88,35 poin ke level 8.232. Secara akumulasi, performa IHSG sejak awal tahun tercatat minus 4,80%, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terlemah di ASEAN.

“Sentimen utama berasal dari aksi jual investor asing di pasar ekuitas yang mencapai Rp4,63 triliun pada perdagangan kemarin. Meski IHSG sempat rebound setelah mengalami penurunan tajam 10% dan terkena trading halt dua hari beruntun, tekanan pasar masih terasa signifikan,” ujar Ratih.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah JISDOR relatif stabil di posisi Rp16.786 per dolar AS setelah The Fed, memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan.

Dari sisi korporasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp1,5 triliun, yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPST pada 9 Maret mendatang.

DIRUT BEI MUNDUR

Sementara itu, di tengah goncangan harga saham di BEI, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan tertinggi bursa. Keputusan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas dinamika dan gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir pasca putusan MSCI.

Imam mengatakan, meskipun kondisi pasar mulai menunjukkan perbaikan, keputusan mundur tetap diambil sebagai sikap pribadi sekaligus institusional. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi jalan terbaik bagi keberlanjutan pasar modal Indonesia.

“Walaupun kondisi kita saat ini membaik, saya sebagai Direktur Utama BEI, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI,” ujar Imam dalam pernyataannya.

Ia berharap keputusan tersebut dapat memberi sentimen positif dan memperkuat kepercayaan pelaku pasar ke depan. Imam menilai stabilitas dan kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja pasar modal.

“Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal. Semoga apa yang saya lakukan dapat membuat pasar modal menjadi lebih baik,” kata dia.

Imam menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab penuh sebagai pimpinan lembaga pasar modal Indonesia. Ia juga berharap pergerakan indeks saham domestik dapat kembali membaik seiring dengan langkah-langkah penyesuaian yang dilakukan otoritas pasar.

“Ini adalah tanggung jawab saya sebagai Direktur Utama pasar modal Indonesia. Mudah-mudahan indeks kita ke depan membaik,” ujarnya.

--

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-naik #ihsg-8-306 #saham-big-caps #dssa-saham #tlkm-saham #bmri-saham #kapitalisasi-pasar #saham-top-gainers #saham-top-losers #ihsg-rebound #investor-asing-jual #rupiah-stabil #buyback-saham-bbni

https://market.bisnis.com/read/20260130/7/1948595/ihsg-hari-ini-301-dibuka-naik-ke-8306-saat-dirut-bei-mundur